“Apa-apaan ini, Mas!” sergah istrinya.
Cepat saja Rama merebut selembar kertas dari tangan Safya lalu meremuk hingga mau merobeknya. Si Suami bahkan meminta sang Istri untuk melupakan dan mengatakan bahwa barang itu bukanlah hal yang penting untuk dibahas. Rama pergi dengan santainya sedangkan Safya justru sedang terbawa perasaan. Inikah saat di mana Rama telah dianggap sah dalam menjatuhkan talak kepada seorang istri? Mungkin hanya pikiran Safya saja, bisa jadi tidak benar karena Rama sendiri telah mengabaikan dan merusak bukti yang ditemukannya. Namun tak bisa dihindari jika tulisan talak itu tetap menjadi beban pikiran bagi istri Rama sendiri.
Hari ini Rama sampai ke kantornya yang paling siang. Ia izin dulu ke tempat lain, yakni ke Bank untuk mengambil sejumlah uang. Emosi pria itu s