“Jadi kamu lelaki yang membuat Shinta celaka!”
Seolah kalimat tersebut yang ditudingkan oleh kakak pertama Shinta kepada Rama. Pria-pria di ruang tamu terperanjat. Kakak ipar itu bahkan tak percaya dengan ucapan dari mulut istrinya sendiri. Ia yang telah menyambut Rama dengan baik namun dalam sekejap menjadi emosi lantaran tuduhan yang tidak bisa terbukti.
Wanita itu tidak bisa tenang setelah pembicaraan Rama menyinggung pada kronologi kematian Shinta. Rama bukannya salah bicara, tapi putri tertua dari bu Ajeng telah terhasut oleh taktik adu domba seorang Ridwan. Rama ingin menjelaskan peristiwa yang sebenarnya, malah pengusiran yang harus ia terima.
“Kamu duduk dulu! Tahan diri, ada anak-anak di sini!” pinta sang Suami kepada istri.
Setelah istrinya duduk dan menenangkan diri, pakde