Kila duduk sendirian di tengah kelas yang kosong dan amat sepi. Sama seperti hati yang sedang membaca kisah ini.
Ia memakan sandwich dengan ogah-ogahan. Nafsu makannya akhir-akhir ini turun. Semua makanan yang masuk ke dalam mulutnya terasa hambar. Kila menaruh sandwichnya kembali ke dalam kotak.
Di luar sana Kila melihat Abian melintas. Langsung saja dia berlari mendatangi. "Bian!"
Abian terhenti.
"Lo kok sekarang jarang muncul? Lo sibuk banget ya?"
"Gue minta sesuatu. Boleh?" Abian mengalihkan pembicaraan.
"Iya. Apa?"
"Mulai sekarang, jauhin gue. Gini, bukan berarti kita gak temenan. Kita tetep temenan. Tapi jaga jarak. Gue udah punya tunangan jadi gue gak boleh terlalu deket sama cewek lain."
Deg!
"Loh, kenapa tiba-tiba? Kenapa gak dari dulu, lo bilang kaya gitu?" tanya