Naufal duduk di hadapan Kila. “makan dulu, Kil.” Ia mulai mengalihkan pembicaraan.
Kila menatap makanannya dengan tatapan tak tertarik. Tapi untuk menghargai, tidak ada salahnya kan, mencicipi sedikit?
Kila memotong steak dengan jumlah sedikit. Ia lantas meminum jus.
Beberapa menit mereka diam karena keduanya makan, akhirnya Kila memberanikan diri untuk membuka suara. “Fal...”
“Hm?”
“Lo mau bicarain apa?”
Naufal terdiam sejenak. Pelan-pelan, ia membuka suaranya, “apa lo masih membuka hati buat gue?”
Hal yang ditakutkan Kila sekarang telah terjadi.
Tangan Naufal bergerak menggenggam telapak lengan Kila. “lo... mau balikan sama gue?”
Kila tidak bergeming. Naufal kembali memanggil nama gadis tersebut. “Kila?”
“Maaf, Fal.” Kila memegang lengan Naufal untuk menjauhkannya agar tida