Kedua mata Gadis itu tetap terpejam. Beberapa puluhan menit lalu, Arkan pulang ke rumah terlebih dahulu. Sheren juga ikut untuk membawa beberapa keperluan. Hanya Naufal-lah yang ada di sini untuk menjaga Gadis itu.
Naufal terus mengamatinya. Dia juga tidak berhenti berdoa.
"Kamu kok betah banget kaya gitu terus? Kamu enggak capek apa, tidur mulu. Aku nungguin ocehan kamu, tatapan benci kamu, aku juga mau ngelihat kalau kamu itu udah move on dari aku. Bangun, Kil. Seenggaknya kamu bangun buat negur aku kalo di masa lalu, aku itu udah ngelakuin kesalahan besar. Aku Terima. Aku senang banget walaupun begitu. Yang terpenting, kamu bangun. Jangan tidur mulu kaya gini." gumam Naufal, merasa bersalah dari hatinya yang paling dalam.
Suara ketukan pintu membuatnya terbuyar. Dia mencari tah