"Gue cuma lewat aja." merasa Gadis itu tidak bersahabat, Arkan memutuskan untuk pergi saja. Nyatanya, Sheina lebih mendengarkan Neneknya dibanding ibunya. Arkan jadi tidak yakin untuk berjuang membentuk persahabatan lagi dengan Gadis tersebut.
Lusi tak merespons lagi. Ia justru ke kamar mandi.
“Ar, habis ke mana?” Kila yang memergoki Cowok itu, langsung penasaran.
“Eng—nggak. Tadi gue keluar mau ke dapur bantu Ibu.”
“Kirain ke kamar Sheina.” ujar Kila.
“Enggak lah. Buat apa.”
“Gue dengar dari Bunda, lo sama Sheina sering main sama-sama waktu kecil, ya?” Kila bertanya. Memastikan.
“Iya.”
“Kenapa sekarang enggak akur lagi? Gue, sih, kalau ketemu sahabat kecil langsung nempel, tapi sayang gue waktu kecil, enggak punya sahabat. Hehehe,”
“Dia enggak inget gue, Sa. Otomatis,