Sheren menggunakan kacamata hitam begitu keluar dari mobil. Kini, dia akan ke kantor suaminya. Glen pelupa sampai tidak membawa dokumen penting. Sheren turun tangan. Dia mengantar beberapa berkas tersebut.
“Anakmu sudah meninggal!”
“Sheina meninggal.”
“Sheina meninggal. Dia sudah tiada. Dia bukan Sheina asli. Dia hanya penipu. Penipu muda.”
Langkah Sheren terhenti usai mendengar ocehan seseorang di belakangnya. Tampak orang dengan rambut berantakan, pakaiannya sudah banyak yang sobek, dan juga bau. Sheren menutup hidungnya.
Orang tidak waras itu mendekati Sheren. Sheren memekik.
“Anakmu sudah tiada semuanya! Mereka pembohong.” Dia tertawa mengerikan.
Sheren bergidik ngeri. Namun di sisi lain, Sheren juga penasaran. Mengapa tadi orang tak waras itu menyebut nama ‘Sheina'?
“S