“Maaf, apa ada lowongan kerja?”
“Anda Sabrina Ufaira, kan? Narapidana yang baru saja bebas?”
“Ya, memang kenapa?”
“Saya tidak terima mantan narapidana seperti kamu. Silakan pergi.”
“Tapi, Pak, saya berjanji akan—“
“Saya tidak menerima penjelasan kamu. Sekarang, pergi.”
Sabrina menunduk. Ia mengambil beberapa dokumen yang ia bawa. Memiliki catatan kriminal membuatnya sulit mencari pekerjaan. Setelah keluar dari perusahaan itu, dia berdiri untuk menghadang bus. Tapi, melihat sebuah warung di seberang jalan, terlintas ide di benak Sabrina. Ia menyeberang jalan dengan hati-hati.
“Bu, apa Anda membutuhkan karyawan?” Sabrina dengan ramah bertanya, tapi si pemilik warung memberikan tatapan tidak bersahabat.
“Koruptor. Bisa-bisa uang hasil dagangan saya habis dikorupsi kamu. Pergi