"Kei Baskara udah dateng ya Kal, ada di ruangan sebelah. Kamu mau nyapa dulu gak?" Serra memberi tahu Kala yang sedang bersiap sambil memegang erat kertas cue card, membuat Kala semakin terlihat gugup dan merasakan tangannya gemetar.
"Ketemu langsung di studio aja Ra, makasih ya udah infoin." ucap Kala dengan senyum kaku. Serra merasa ada yang tidak beres dengan sahabatnya itu. "Are you okay Kala? Mukamu pucat banget lohhhhh" Serra menyampaikan rasa khawatirnya itu.
"Hahhh.. Engga Ra, kurang terang kali ya lipstiknya? Haha" Kala buru-buru menimpalinya.
"Hmm.. Bisa jadi... Yaudah kalo gitu aku lanjut ke studio ya" Serra bergegas pergi disambut anggukan Kala. Mendengar ucapan Serra membuat Kala merasa dirinya harus membereskan tampilannya.
"Oke Kala. Inget! Ini debut pertama kamu, dan kamu gak kenal Kei!!" Kala meyakinkan dirinya untuk bersikap profesional.
Sementara itu di ruang sebelah, Kei sedang membayangkan semua reaksi Kala saat bertemu dengannya.
"Kei kamu kenapa makin ganteng?"
"Kei kamu keren banget dipertandingkan terakhir!!"
"Kei aku kangen bangettt sama kamu"
"Kei cepetan kita harus check mic" Hahhh!!! Kei terkejut karna suara Kala berubah menjadi suara Bayu- asisten pribadinya.
"Duhh ganggu aja lo" Kei langsung bangun dan menatap cermin. Memastikan tampilannya sempurna untuk memikat Kala. Ia mengenakan polo shirt rajut hijau sage yang pas di bahu tegapnya, celana cokelat muda, dan sneakers putih bersih. Jam tangan hitam di tangannya seolah jadi pengingat kalau momen bareng Kala akan sangat berharga dan nggak boleh di sia-siakan.
"Wahh lagi mikirin apa nih artis kita" Bayu meledek sahabatnya itu. "Artis??" senyum tipis Kei merekah. "Udah yuk cepetan, lewat mana?" Bayu menahan rasa penasarannya dan mengarahkan Kei bertemu dengan Serra- floor director acara 'The Weekly Hangout'.
Kei berjalan ke studio rekaman, studio itu dibuat mirip lounge estetik dengan pencahayaan yang hangat dan sofa yang nyaman. Kei langsung duduk di sofa yang disediakan. Didepannya tersedia segelas americano, kopi kesukaan Kei. Ia meminumnya sedikit, dan langsung tau kopi itu darimana. Ia melihat sekeliling dengan seksama mencari sosok perempuan yang pernah dicintainya itu.
Kala masuk ke studio dengan sangat percaya diri, memancarkan aura host yang modis. Ia memakai blazer hijau muda di atas atasan satin warna kulit yang anggun. Penampilannya makin terlihat profesional dengan celana putih panjang dan sepatu hak tinggi warna putih. Rambutnya digerai bergelombang, ditambah sentuhan anting dan kalung emas kecil yang membuat tampilannya sempurna.
Kei terpaku melihat Kala berjalan. Ia tidak bisa menahan kekagumannya atas kecantikan Kala. Meskipun Ia sudah sering melihatnya di TV, tetap saja gadis itu menggetarkan hatinya.
Kala langsung duduk di ujung sofa sebelah kanan tanpa menyapa Kei. Kei nampak bingung akan sikap Kala yang dingin. Ia ingin menyapanya namun Serra sudah mengintruksikan kamera untuk standby. "Oke, siap ya! Standby... 30 detik lagi kita rolling. Mic aman semua? Cek, satu, dua...."
Kala sedikit merapihkan blazernya "Sip. Oke, Kei, kita mulai. Just flow with it!" Kala mengatakannya tanpa noleh sedikitpun ke Kei, membuat Kei sedikit kesal.
Detik-detik Pembukaan (On-Air)
Serra: "3... 2... 1... Action!"
Kala: (Melihat ke kamera dengan senyum lebar)
"Halo semuanya! Welcome to The Weekly Hangout, tempat kita bakal ngobrol seru bareng sosok yang paling bikin kita penasaran di minggu ini. Kita akan ulik sisi lain dari bintang tamu kita, seru-seruan main game, dan masih banyak keseruan lainnya. Udah ada tamu spesial kita hari ini, Kei Baskara! Apa kabar, Kei? Boleh langsung disapa penonton kita" Kala menunjukan sisi profesionalnya.
"Halo Semuanya, Aku Kei Baskara" Kei tersenyum manis menghadap kamera.
"Kei Baskara sosok Atlet Bulutangkis yang namanya sering dibicarakan dimana-mana ini dijuluki sebagai game changer, Ia memulai debutnya di tahun 2020 dengan sangat apik. Di 20 pertandingan terakhir tak ada kata kekalahan di kamusnya. Bagaimana sih seorang Kei Baskara menjaga staminanya ? dan strategi apa yang Kei buat untuk mengalahkan lawan-lawannya? Yuk kita denger langsung dari orangnya"
Kali ini Kala tidak bisa menghindar lagi, Ia harus melihat Kei. Kala sedikit terkejut karna Kei sedari tadi menatapnya, tatapan matanya begitu dalam. Kala seperti melihat banyak pertanyaan di mata coklat itu. "Ehm. Boleh langsung dijawab Kei?" sambil mengarahkan Kei untuk melihat ke kamera. Entah karena kebiasaan lamanya sebagai presenter, atau karna Kala tidak sanggup menatap mata Kei. Serra langsung memberi kode untuk Kala berbicara tatap muka dengan Kei, Kala jadi sedikit kikuk. Kei langsung menjawab pertanyaan Kala agar fokus semua orang teralihkan kepadanya. Kala menarik napas panjang dan kembali menghipnotis dirinya bahwa dia tidak kenal dengan Kei.
Wawancara perkenalan Kei pun berlanjut dengan lancar sampai tiba di segmen 'titip pertanyaan'. Kala membiarkan Kei memilih 3 pertanyaan di box yang sudah tertulis pertanyaan-pertanyaan dari fansnya Kei. Kei langsung membuka kertas pertama. "Okey, pertanyaan pertama dari @zzzahra, 'tipe ideal kamu kaya gimana sih Kei Baskara?' hmm.."
Kei menatap Kala "yang suka liat bintang". Jawaban Kei membuat Kala tersedak,
Ia merasa namanya disebut.
"Ada lagi gak Kei? Seperti tinggi badannya, rambut panjang atau pendek? " Kala berusaha tenang. "Engga ada. Kalo kamu, sekarang masih sering liat bintang?" Kei meledek Kala yang bersikap profesional. Ia tak tahan ingin membicarakan masa lalu tentang mereka. "Ahh, haha, Saya gak suka liat bintang" Kala menyelipkan rambutnya ke belakang telinga. Kei tahu Kala berbohong. Itu kebiasaan yang Kei pelajari selama 2 tahun mengenal Kala.
"Kita lanjut ke pertanyaan kedua yaa!" Kala buru-buru mengajaknya fokus.
"Pertanyaan kedua dari @silviavv, Kei udah punya pacar belum?" pertanyaan ini membuat Kala membuka telinganya lebar-lebar. "Hmm.. Kalo pacar belum punya nih. Tapi someone special adalah." Kala tidak menyadari dirinya tersenyum. Ia segera menyadarkan dirinya.
"Sepertinya fans Kei Baskara penasaran tentang kehidupan pribadinya yaa, tapi gapapa sih mumpung bisa kita tanyain disini. Berarti tinggal pertanyaan terakhir nihhh yaa, silahkan dibuka lagi Kei." Kala melanjutkan tugasnya. Kei tersenyum manis sambil membuka kertas gulungan terakhir.
"Pertanyaan ketiga dari @istrinyakei_baskara" Kei berhenti sejenak, nama itu membuat matanya gemetar. Kala menyadari ada yang tidak beres. Bayu memberitahu Serra untuk menghentikan wawancara. Serra memberitahu produser apa yang baru saja Ia dengar. Kala menangkap sinyal itu. Kala mengambil pertanyaan lain dan langsung memberikannya kepada Kei. "Sekarang kita buka pertanyaan ke tiga yaa, ayo Kei dibuka pertanyaannya" Kala melanjutkan wawancaranya. Kei menatap mata Kala yang menenangkannya, Ia menarik nafas dalam, menata kembali emosinya yang hampir kacau, Ia tau Kala disisinya. Kei akhirnya memberanikan diri untuk melanjutkan.
"Ehm.. dari @naUrra 'pilih mie ayam atau bakso? Pantai atau gunung? Plisss kepilih pertanyaannya donggg pengen dinotice Kei!!' " membaca tulisan itu membuat Kei sedikit tersenyum. Kala merasa lega melihat Kei yang kembali tersenyum. Serra dan Bayu pun sedikit tenang dan memperhatikan kembali.
"Aku pilih mie ayammm eh boleh yamien gak sih hahah. Kalo pantai atau gunung. Aku lebih suka pantai, tapi kalo diajak ke gunung dan jadwal lagi free ga nolak hehe" Kei merasa lebih baik. "Okay berarti Kei sukanya yamien yaa Naura... Wahh seru banget yaa kita ngobrol sama Kei Baskara, saking serunya gak kerasa udah 1 jam lebih nih pemirsaaa. Kita jadi tau perjalanan karir Kei yang penuh perjuangan, target apa yang mau dicapai, sama Kei yang suka yamien. Hahaha" "terimakasih sudah setia nonton kami, jangan lupa untuk nonton The Weekly Hangout episode mendatang bersama bintang tamu seru lainnya ya!! Semoga hari weekend kalian lebih berwarnaaa!! , bye bye" Kala menutup acaranya dengan baik disambut tepuk tangan para crew produksi dan juga Kei.
Kala berterimakasih kepada Kei dan kru lainnya "Terimakasih, kerja bagus semuanya!!". Kala ingin segera beranjak pergi, tapi tiba-tiba tangannya ditarik oleh Kei. Membuat Kala menatap lama mantan cinta pertamanya itu.
Bersambung...