Oma Laura tersenyum ke arah Jelita, ia menyentuh dagu Jelita dengan lembut. Sangat jelas terpancar kasih sayang yang tulus dari tatapan mata oma Laura.
“Oma tidak akan marah padamu, karena Oma tahu, kau anak yang sangat baik. Jadi, jika pun kau melakukan hal yang mungkin akan dianggap sebagian orang adalah sesuatu yang buruk, Oma akan percaya, kalau kau melakukannya karena punya alasan yang kuat. Bagaimana, apa Jelita sudah siap menceritakan sesuatu yang kemungkinan akan membuat Oma marah itu?”
“Hmm… Oma… aku sayang sekali dengan Oma,” ucap Nayya sambil kembali memeluk oma Laura.
“Oma juga sayang Jelita.” Keduanya pun saling berpelukan beberapa lama lalu kembali terdiam.
“Oma, aku ingin menceritakannya sekarang. Aku harap oma mendengarkan semuanya sampai selesai, ya?” ucap jelita sambi