Jelita berjalan perlahan masuk ke dalam pekarangan rumah, dengan menggendong bayi dan tas yang ada di tangannya, ia melangkah menuju ke arah pintu, ia lalu memencet bel dan menunggu beberapa lama. Akhirnya sang pemilik rumah keluar, seorang wanita paruh baya tersenyum ke arahnya.
“Iya? ada yang bisa saya bantu, Mbak?” tanya pemilik rumah itu.
“Ah, nama saya Jelita, Bu. Say ke sini bermaksud untuk menyewa salah satu kamar kos yang ada di rumah ini,” sahut Jelita dengan sopan. Bayi yang ada dalam gedongannya mulai gelisah.
“Oh, yang tadi teman suami saya menelepon itu, ya?” tanya wanita itu.
“Iya, Bu,” jawab Jelita.
“Oh, iya. Kebetulan ada satu kamar kosong, kalau mau, Mbak bisa melihta-lihat,” ucapnya.
“Iya, saya mau, bu. Saya dan bayi saya butuh tempat istirahat,” ucap Jelita.
“Oh,