Abizar berjalan mondar mandir di ruangannya. Pikirannya kacau, ia tidak bisa fokus bekerja. Sejak tadi pagi yang ia pikirkan hanyalah bagaimana caranya agar bisa membujuk Jelita agar mau memaafkannya? Pintu terbuka dan sekretarisnya masuk.
“Pagi, Pak. Ini dokumen yang harus segera di tandatangani,” ucap sang sekretaris.
“Oh, baik. Bawa kemari,” ucap Abizar.
“Oh ya, ini bukannya proposal persetujuan kerja sama dengan beberapa investor asing itu? apakah semua dokumen yang di butuhkan sudah siap. Aku ingin semuanya beres sebelum pelelangan tender bulan depan. Semuanya harus siap agar kali ini kita yang memenangkan tender seperti yang sebelum-sebelumnya,” ucap Abizar sambil menandatangi beberapa lembar kertas.
“Untuk sementara ini, tidak ada masalah serius, Pak. Hanya saja, menurut informa