“Hah?! kenapa Abizar datang ke mari? Dia pasti sudah tahu tentang apa yang sudah aku lakukan kepada Jelita. Tidak disangka wanita itu cepat juga mengadunya. Hmm…” Jovanka tersenyum miring lalu membuka pintu apartemennya.
“Kau datang?” sapanya sambil tersenyum ke arah Abizar.
“Ayo kita bicara!” ucap Abizar dengan nada dingin.
“Kau tidak ingin bicara di dalam? Sekalian kita bicarakan tentang kelangsungan rumah tangga kita kedepannya,” ajak Jovanka. Tentu saja ia tahu kalau Abizar tidak akan mau masuk ke dalam apartemen itu.
“Aku tidak ingin banyak bicara di sini, aku tunggu kau di kafe Diamon siang ini,” ucap Abizar lalu pergi meninggalkan Jovanka begitu saja.
“Dasar pria, selalu seenaknya saja. tapi, aku senang jika Abizar masih membutuhkanku. Aku tahu kau akan membahas tentang percera