Pagi ini Mahesa terbangun lebih awal dari biasanya. Cowok dengan mata sayu yang masih mengantuk itu turun dari atas kasur untuk menghampiri ponselnya yang ada jauh di meja televisi. Sambil menguap, Mahesa menjawab panggilan yang masuk. Keningnya mengerut agak sedikit terkejut saat membaca nama yang tertera.
Ngapain suster Kania telfon gue sepagi ini? batinnya bertanya.
"Halo Sus, ada apa ya?"
"Hesa! Kamu cepat ke rumah sakit, keadaan Ibu drop sekarang. Ibu nggak sadar sejak kemarin malam setelah kamu pulang." Suara suster Kania terdengar sangat panik di seberang sana.
Mendengar ucapan itu, mata Mahesa yang awalnya sangat berat untuk terbuka langsung melotot saat itu juga. Dunianya tiba-tiba terasa berhenti. Mahesa bahkan merasa kehabisan oksigen untuk dialirkan dalam tubuhnya. Denga