Camelia masih mengurung diri di kamar, tidak ingin berhubungan dengan dunia luar. Kejadian tadi sudah cukup membuatnya trauma dan kapok, ternyata tidak ada orang yang bisa dipercaya begitu saja.
Ia menenggelamkan wajahnya diats bantal dan mulai memaksa dirinya untuk tidur, walaupun handphonenya sedari tadi bergetar menandakan banyaknya notifikasi dan pesan yang masuk kepadanya.
"non Amel, mau makan malam apa? Bi Iyah siapin." ujar Bi Iyah mengetuk pintu dari luar.
"Malas ah Bi." ujar Camelia
"Jangan gitu Non, Bi iyah punya daging sukiyaki enak banget lho, nanti Bi Iyah juga bikin tomyum soup deh biar hangat ya non." bujuk Bi Iyah
"Lihat nanti aja deh bi." jawab Camelia
Bi iyah berlari ke arah bawah untuk menuju dapur, memotong sayur dan merebus daging untuk dihidangkan kepada Cameli