Isabel benar-benar gelisah, ia terus membolak balikkan tubuhnya di atas kasur itu. Matanya tidak bisa diajak kompromi untuk terpejam. Rasa bersalahnya yang begitu dalam karena telah membongkar keberadaan korban-korban kekejaman Manda, membuat suasana hatinya hancur lebur.
Dilema besar yang ia rasakan menyesakkan dadanya, Isabel tidak tahan menanggung dilema yang sangat berat seperti ini. Namun ucapan Hatsuka kembali terngiang di telinganya, "Ibel, selama hidupnya, Manda akan terus membunuh orang-orang. Akan banyak keluarga yang kehilangan, akan banyak derita dan air mata. Pilihan di tanganmu Ibel, tapi berbuatlah yang benar dan bertanggung jawab."
"Pembunuhan itu suatu kejahatan berat. Siapapun yang berusaha melindunginya maka dalam persfektif hukum, orang tersebut memiliki level kejah