Story POV
Sementara itu di sebuah cafe, seorang pria berseragam kantoran tengah duduk santai di dekat jendela sambil memandang keluar. Namun aktifitas yang dia lakukan terhenti karena seorang pria lain duduk tepat berada di hadapannya.
“Bagaimana?”tanya pria yang sedari tadi duduk sambil memandang kearah luar.
“Lusa kemungkinan dia akan pulang. Sekarang tinggal kita saja yang bagaimana menyambutnya nanti.”jawab pria yang baru saja datang, tadi.
“Kalau begitu serahkan sisanya padaku. Terima kasih Noel.”ucap pria itu kepada Noel. Ya berarti pria yang baru datang tadi adalah Noel adik kandung dari Mella.
“Sama-sama. Yang penting kak Mella bahagia, itu udah cukup buat gue.”ucap Noel. Kemudian obrolan itu berlangsung hingga sore hari.
“Udah sore, gue musti cabut.”ucap Noel.
“Ok,hati-hati. And thanks for your news.”ucap pria yang sedari tadi menjadi teman bicara Noel. Noel sendiri hanya tersenyum membalasnya dan segera pergi meninggalkan cafe tersebut.
“Lo kembali Mel, dan gue bahagia soal itu.”ucap pria itu sambil menatap kearah langit-langit cafe. Sesaat kemudian pria itu mengambil ponselnya dari dalam saku jas yang ia kenakan dan menekan beberapa nomor telpon untuk dia hubungi.
“Halo..”
“...”
“Saya jadi memesan perlengkapan dekorasi yang kemarin.”
“...”
“Saya mau lusa sudah harus siap, tanpa adanya kesalahan sedikitpun.”
“...”
“Ya, itu benar saya. Kalau begitu saya tunggu.”
“...”
“Selamat sore.”
“...”
Begitulah kira-kira percakapan Melalui telpon itu berlangsung. Pria itu pun tersenyum puas setelah selesai menelpon seseorang yang dikenalnya itu.
“Hope you like it. My girl.”ucapnya.
***
Mella POV
Setelah lusa lalu aku berjanji pada keluarga ku untuk pulang ke rumah. Kini tibalah aku di bandara R H Fisabilillah. Astaga kira-kira sudah lama sekali aku tidak pulang berkunjung demi menyelesaikan S2-ku di Landon.
“Miss,can we go now?”tanya seorang body guard-ku padaku yang melamun melihat kota kelahiranku.
“Yes.”jawabku dan kami pun masuk ke dalam mobil dan langsung menuju kearah rumahku.
Setibanya aku di depan rumah, aku langsung disambut hangat oleh keluargaku. Jika kalian ingin tahu, rumahku dulu tidak seindah ini. Namun karena aku membeli tanah seluas 500m2 disekitar rumahku, jadinya aku membangun kembali rumahku agar mobil dan motor dapat masuk ke dalam. Tidak murah membeli tanah sekaligus bangunan yang ada disekitar rumahku ini. Aku hampir menghabiskan biaya setengah dari harga membangun rumah ini untuk membujuk mereka agar mau menerima tawaranku itu. Akhirnya dengan bujuk rayuku, mereka membiarkan aku untuk membeli tanah dan bangunan mereka.
“Mama, bapak.”ucapku setelah aku keluar dari dalam mobil.
“Mella.., akhirnya kamu sampai di rumah.”ucap mama sambil memelukku dan aku membalas pelukan itu.
“Mama dan bapak apa kabar? Sehat-sehat aja, kan?”tanyaku.
“Iya, kami sehat-sehat saja. Kamu sendiri bagaimana? Kenapa kelihatan kurus begini?”tanya bapak padaku.
“Hehehe.. Mella sempat kecolongan ga makan beberapa hari pak. Soalnya lagi ngebet-ngebetnya nyusun skripsi.”jawabku sambil menggaruk kepalaku yang tak gatal.
“Ya sudah, ayo kita bicara di dalam saja. Biar mama buatkan minum sekalian.”ucap mama dan aku hanya mengangguk iya.
“Kamu tolong bawa semua barang-barang saya ke dalam kamar saya.”ucapku pada salah satu body guard-ku.
“Yes, miss.”ucapnya dan kemudian aku masuk ke dalam rumah yang sudah sangat lama tidak aku pijaki.
Setelah aku masuk ke dalam rumah, aku melihat beberapa perubahan pada bagian ruang tamu yang kebetulan adalah ruangan pertama yang aku lihat. Aku melihat keseluruhan ruang tamu dan duduk disebuah sofa besar yang ada ditengah-tengah ruangan.
“Bapak kapan mengubah ruang tamu jadi sebagus ini?”tanyaku pada bapak.
“Bapak selalu merubahnya setiap tahun sejak kamu kuliah di London. Karena bapak pikir, suasana baru itu baik.”jawab bapak dan aku hanya mengangguk. Lalu aku mengingat kamarku. Apakah kamarku diubah juga dekorasinya? Oh tidak, tidak. Itu tidak boleh terjadi.
“Tidak, kamarmu masih sama seperti kamu meninggalkannya 3 tahun yang lalu.”ucap bapak seperti menjawab pertanyaan yang ada dalam pikiranku.
“Huft..”lepasku. Lega rasanya mendengar bahwa kamar yang menjadi pusat utamaku pulang, tidak disentuh oleh benda aneh manapun. Thanks father, you’re my hero.
“Wah sepertinya bapak dan anak sedang melepas rindu, ya.”ucap mama yang membawa beberapa cangkir minuman untuk kami.
“Hehe.. begitulah, ma.”ucapku sambil cengengesan. Kemudian aku mengambil cangkirku dan mencicipi air buatan mamaku dan ternyata membuatku segar sesaat setelah perjalanan panjangku.
“Ma, adik-adik kemana?”tanyaku yang melihat rumah begitu sepi.
“Tiara masih ada les dan mungkin sebentar lagi pulang. Sedangkan Noel, paling dia bermain basket bersama teman-temannya.”jawab mama.
“Oh..”ucapku.
“Tapi ma, Adellia sering kasih kabar ke mama dan bapak, kan?”tanyaku yang mengingat Adellia berada di luar kota menjadi manager di cabang ALLEMA.
“Ya, dan sekali-sekali dia pulang ke rumah sekedar melihat mama dan bapak.”ucap bapak.
“Oh, baguslah. Kalau begitu, Mella ke kamar dulu ma, pak.”pamitku.
“Baiklah, selamat beristirahat.”ucap mama dan bapak.
“Siap komandan.”ucapku sambil memperagakan layaknya seorang prajurit. Kemudian aku berjalan menuju kamarku.
Setibanya di kamar, aku segera membanting tubuhku keatas ranjang yang selama ini aku rindukan. Tempat dimana aku biasa bersembunyi, ya dikamar ini. Aku pun dengan iseng langsung memotret ruangan kamarku dan mempostingnya di akun sosmed-ku.
Setelah itu aku pun mulai mengemasi barang-barang yang aku bawa dari Jakarta. Akhirnya setelah sekian lama, memori saat aku masih SMA dulu terputar kembali ketika aku melihat sebuah album foto yang telah lama aku simpan baik di dalam lemariku. Dengan iseng aku pun membuka satu persatu album foto tersebut. Aku masih tidak menyangka perubahanku dari tahun ke tahun ternyata sangat terlihat. Dulu aku sangat-sangat gemuk hingga banyak orang mengataiku dengan gembrot. Namun seiring berjalannya waktu, aku menjadi kian normal dari dulu. Tenang saja, tidak akan ada iklan apapun di sini. Hahaha..
Setelah selesai berkemas, aku pun mulai mengistirahatkan diri di atas tempat tidur. Semoga dengan kembalinya aku kemari, tidak akan merubah apapun. Amin..