Pernikahan berlangsung pada pagi yang cerah. Keluarga dan sahabat berkumpul di tempat yang dipilih Mira dan Rio. Tidak ada panggung besar atau siaran langsung. Acara itu terasa dekat dan tenang.
Rio datang bersama Antoni dan Naya. Mira tiba bersama keluarganya. Mereka saling menyapa sebelum prosesi dimulai. Rio bertanya apakah Mira siap. Mira mengangguk dan mengatakan ia masih bisa berubah pikiran jika diperlukan. Rio menjawab ia akan tetap menghormati pilihannya.
Mira tersenyum. "Aku memilih datang."
***
Prosesi berlangsung singkat. Rio mengucapkan janji dengan suara yang sedikit bergetar. Mira mengucapkan jawabannya dengan mantap. Mereka tidak berjanji akan selalu bahagia atau tidak pernah berbeda pendapat. Mereka berjanji akan berbicara jujur, menjaga kebebasan satu sama lain, dan meminta bantuan ketika dibutuhkan.
Naya menangis bahagia. Antoni memeluk putranya. Banyu datang dan berdiri di samping Bella. Ia memberi selamat kepada Rio dengan tulus, meski mereka masih memperbaiki persahabatan. Rio berterima kasih dan tidak memaksa mereka berpelukan.
Mira berbicara dengan Banyu. Ia berkata ia tahu Kiran adalah bagian penting hidup Rio dan ia tidak akan meminta kenangan itu dihapus. Banyu menjawab Kiran tentu ingin Rio tetap hidup, tetapi tidak berbicara seolah tahu pasti apa yang Kiran inginkan. Ia hanya berkata ia melihat Rio berusaha jujur.
***
Setelah acara, mereka makan bersama. Rio memastikan Mira sempat makan, lalu duduk bersama tamu. Tidak ada yang meminta ia menceritakan kisah Kiran di depan semua orang. Mereka merayakan hari itu sebagai pernikahan Rio dan Mira.
Seorang tamu bertanya apakah Rio akan kembali menjadi ahli bedah sekarang. Rio menjawab tidak. Ia masih menjalankan tugas direktur dan belum siap mengoperasi. Pernikahan tidak mengubah keputusan profesionalnya.
Mira mendengar jawaban itu dan menggenggam tangannya. Ia tidak mengatakan bahwa ia akan menyembuhkannya. Ia hanya berkata, "Keputusanmu tetap milikmu."
***
Saat acara selesai, Rio dan Mira berterima kasih kepada keluarga. Mereka tidak langsung memulai perjalanan panjang atau bulan madu mewah. Mereka ingin pulang ke rumah dan beristirahat.
Di mobil, Mira bertanya bagaimana perasaan Rio. Ia menjawab bahagia dan sedih sekaligus. Mira mengangguk. Ia berkata ia juga lelah dan senang. Mereka tidak berusaha memilih satu perasaan.
Pernikahan itu bukan akhir dari duka atau awal dari hidup tanpa masalah. Itu keputusan dua orang untuk saling memilih, dengan semua sejarah dan batas yang mereka bawa.
Sebelum upacara, Mira bertanya kepada Rio apakah ia ingin ada jeda sebentar. Rio menjawab iya. Mereka duduk berdua di ruang kecil, jauh dari keluarga. Mira bertanya sekali lagi apakah ia siap. Rio berkata ia siap menikahinya, meski ia masih membawa duka.
Mira berkata ia juga siap, tetapi ingin hubungan tetap dapat berubah dan bertumbuh. Rio menyetujui.
***
Prosesi berlangsung singkat. Janji mereka sederhana. Rio berjanji menghormati suara Mira dan tidak menjadikan kekhawatiran alasan untuk mengatur. Mira berjanji berbicara jujur dan menjaga ruang bagi masing-masing.
Mereka tidak berjanji selalu sepakat atau selalu bahagia. Mereka mengucapkan persetujuan dengan tenang.
***
Setelah upacara, Banyu memberi selamat. Rio mengucapkan terima kasih. Banyu berkata Kiran akan senang Rio tetap menjalani hidup, tetapi ia kemudian mengoreksi dirinya: ia tidak tahu pasti apa yang Kiran akan katakan. Rio menghargai kehati-hatian itu.
Bella memeluk Mira setelah bertanya. Ia mengatakan Kiran adalah teman penting bagi mereka. Mira berkata ia menghormati itu dan tidak ingin menggantikan siapa pun.
***
Saat makan, seorang kerabat bertanya apakah Rio akan kembali mengoperasi sekarang. Rio menjawab pernikahan tidak menentukan kesiapan profesional. Ia tetap direktur dan belum menjalankan tugas bedah. Mira tidak menjawab untuknya.
Antoni mengalihkan percakapan ke menu dan keluarga. Acara tetap sederhana. Tidak ada yang meminta Rio menceritakan kisah kehilangan di depan tamu.
***
Setelah tamu pulang, Rio dan Mira duduk sebentar. Mereka merasa lelah. Mira bertanya apakah Rio bahagia. Rio menjawab iya, sekaligus sedih. Mira berkata ia juga merasa campuran.
Mereka pulang ke rumah, bukan pergi jauh. Mereka ingin malam pertama sebagai pasangan dimulai dengan istirahat dan percakapan biasa. Pernikahan tidak menghapus masa lalu; ia memberi mereka kesempatan membangun hari-hari baru dengan jujur.
Setelah upacara, Banyu mengajak Rio berbicara di luar. Ia berkata ia berharap Rio bahagia, tetapi ia masih belajar menerima masa lalu. Rio menjawab ia tidak meminta Banyu menjadi bagian dari hubungan mereka lebih jauh dari yang nyaman.
***
Banyu berkata ia akan tetap menjaga komunikasi sebagai teman dan rekan kerja. Rio mengucapkan terima kasih.
***
Bella berbicara dengan Mira tentang Kiran. Mira mengatakan ia tidak akan menghapus atau menggantikan kenangan itu. Bella menjawab ia senang Mira tidak menganggap Kiran sebagai saingan.
***
Mira dan Rio mengucapkan terima kasih kepada tim yang mengatur acara. Mereka memastikan semua pekerja dibayar sesuai kesepakatan dan pulang tepat waktu.
***
Di perjalanan pulang, Mira berkata ia merasa lega acara berlangsung kecil. Rio menjawab ia juga. Mereka sepakat besok tidak punya jadwal selain istirahat dan makan bersama keluarga.
Setelah tamu pulang, Rio dan Mira membicarakan bagaimana perasaan mereka. Mira bertanya apakah Rio merasa kehilangan Kiran lebih kuat pada hari itu. Rio menjawab iya, karena pernikahan membuatnya mengingat masa depan yang dulu ia bayangkan.
***
Mira mendengarkan dan bertanya apakah ia ingin sendiri. Rio memilih duduk bersama. Mira tidak mencoba mengganti kenangan itu dengan perhatian berlebihan.
***
Mereka bersepakat bahwa jika hari-hari penting memunculkan duka, Rio akan memberi tahu Mira, dan Mira dapat menyampaikan batasnya. Mereka tidak mengharapkan satu orang selalu tahu harus berbuat apa.
***
Rio berkata ia bahagia telah menikah dan tetap merindukan Kiran. Mira menjawab ia dapat menerima dua hal itu bersama-sama selama mereka jujur.
Mereka tidur setelah berbicara, tanpa menganggap kesedihan sebagai pertanda buruk tentang pernikahan.
Setelah mereka pulang, Rio bertanya apakah Mira ingin makan sesuatu sebelum tidur. Mira memilih teh. Mereka duduk dan membiarkan hari berakhir tanpa menambah rencana lain.
=