Aksara memuat novel & drama bertema dewasa (romansa, kekerasan). Dengan lanjut, kamu menyatakan berusia 17 tahun atau lebih.

oleh neylis
Senja Avita, mahasiswi cantik, baik, pintar, berprestasi dan berdedikasi tinggi.Semua kelebihan Senja seolah tidak ada artinya di mata orang-orang di sekitarnya. Semua hanya karena satu kekurangan yang ia miliki.Bisu.Haruskah senja menyalahkan Tuhan atas takdirnya yang terlahir sebagai gadis tuna wicara?Kehadiran Vino —dosen sekaligus pelukis ternama— yang awalnya Senja kira bisa sedikit mengurangi rasa sakit dalam hatinya, ternyata malah sebaliknya. Pria yang "katanya" mencintai Senja tapi, justru pergi tanpa permisi.Ikuti kisahnya, dan rasakan sakitnya.____"Senja mohon jangan pergi, Jangan. Tolong percaya sama Senja, Senja mohon," pintanya.Vino yang membaca gerakan tangan Senja sontak memalingkan wajahnya, antara muak dan tak tega melihat banyaknya cairan bening yang sedari tadi terus mengalir dari pelupuk mata gadis tuna wicara itu."Kamu tidak perlu memohon-mohon seperti itu, karena saya tidak akan pernah memperdulikanmu lagi. Saya percaya dengan apa yang saya lihat, dan selamanya akan tetap begitu. Mulai detik ini, saya VINO ANGGARA memutuskan bahwa kita SELESAI. Semua yang menyangkut tentang kita, entah itu hubungan, pertemanan, hingga cinta, semuanya telah tiada, bahkan saya berharap semua itu memang benar-benar tidak pernah ada," tutur Vino penuh penekanan.Tangisan Senja kian pecah seiring dengan langkah Vino yang mulai menjauh dari taman tempatnya berdiri saat ini. Dengan gerakan kilat, Senja berhasil meraih lengan kekar Vino, menariknya hingga membuat pria tampan tersebut kembali berbalik, menghadap dirinya.Namun, tindakan Vino selanjutnya benar-benar membuat Senja terkejut setengah mati, jantungnya serasa ditikam ribuan belati secara serempak.Vino 'pun tak kalah terkejutnya dengan Senja, ia menatap nanar tangan kanannya yang baru saja ia gunakan untuk menampar pipi mulus milik mantan kekasihnya itu."Jauhi saya jika tidak ingin kejadian seperti tadi terulang kembali!" Bukannya maaf, justru kalimat itulah yang dilontarkan Vino sebelum akhirnya berbalik badan dan meninggalkan Senja yang masih diam membatu. "Saya harap kamu bahagia dengan calon anak haram kamu itu, dan saya 'pun tentunya akan lebih bahagia bersama Clarissa dan calon anak-anak kami nantinya," ucapnya sebelum benar-benar pergi dari taman tersebut.Senja hanya tersenyum getir sembari terus memegangi pipi kanannya yang menjadi korban tamparan Vino. Rasa sakit akibat tamparan keras tersebut tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan rasa sakit hatinya saat ini."Denganmu ku kira obat, ternyata pencipta luka terhebat."ic_default
Karena kamu suka Dokter & Kampus, mungkin kamu suka ini juga: