Gadis itu terseok- seok mengikuti langkah pria didepannya, Nafasnya sudah tak beraturan, kerongkonganya terasa tercekat.
" Wolf aku sangat lelah, izinkan aku istirahat sebentar sekedar mengatur nafas saja"
Wolf berhenti dan menoleh sejenak pada gadis itu.
" Sedikit Lagi Anne, kita akan bertemu kakek, setelah itu kita akan Aman dari Leon dan papaku." Bujuk Pria bernama Wolf
Gadis itu menyeka keringat yang membanjiri wajah dan seluruh tubuhnya.
Dia terlihat sangat lelah, wajahnya dipenuhi duka nestapa. gaun putih pengantin yang dipakainya sangat berdebu Robek tak berbentuk.
Tangan wolf terjulur lembut meraih jemari lentik, menggegamnya erat, memberi kekuatan dan dukungan.
" Maafkan aku Anne, karena mencintaiku, kau harus menanggung semua ini, dikejar-kejar gerombolan mahluk jejadian seperti mereka.."
" Kita berhenti disini saja wolf, aku sudah tak sanggup lagi..." Anne berkata sambil berlinang Air mata. Nafasnya tersendat - sendat.
wolf menggelengkan kepalanya.
"Tidak Anne, Tinggal sedikit lagi, kumohon jangan menyerah sayang, kita harus berlari, jika tidak mereka akan mengambil nyawamu, memisahkan kita untuk selamanya.." Wolf berkata lembut membujuk, sebuah senyuman manis terukir diwajahnya yang begitu sempurna.
Matanya memancarkan cinta yang tulus pada Anne, memberi semangat baru baginya.
" kumohon Anne larilah, selamatkan dirimu.." Wolf terus saja memohon mengiba pada Anne agar tak menyerah . Mereka sudah sejauh ini, hanya tinggal sedikit lagi. Mereka Akan hidup bahagia bersama hingga tua.
" Tetapi..aku lelah wolf, menjalani semua ini..Aku tak sanggup lagi...".
Wolf menarik tangan mungil milik Anne, mengajaknya kembali.bergerak, jika tidak mereka Akan segera menyusul mereka.
Baru beberapa langkah mereka berlari
Sebuah bayangan gelap, melesat secepat kedipan mata menyambar tubuh ramping Milik Anne
Wolf dan Anne sama sama terkejut.
" Wooooolf..!!"Menjerit, tangannya menggapai- gapai ke arah Wolf
Bayangan itu memegang erat pinggang ramping milik Anne, mereka semakin Menjauhi Wolf.
" ANNEEEEEEE.....E!!!!" Teriak Wolf tak kalah histeris, Melihat pada Anne putus Asa, Ia ingin mengejar, Tapi terlambat, beberapa bayangan muncul bersamaan dari segala penjuru menyergap Wolf secara bersamaan, wolf tak sempat melakukan perlawanan.
" LEON..!!LEPASKAN KEKASIHKU!!!!." Teriak Wolf keras penuh amarah.Pada bayangan gelap yang membawa Anne. Suaranya menggema di segala sisi penjuru Angin. Bayangan itu telah pergi jauh membawa Anne bersamanya.
Wolf pasrah digiring oleh gerombolan serba hitam yang mengunci erat dirinya disegala sisi. Wujud mereka berubah kembali menjadi sekumpulan Asap berwarna hitam.
menggiring sosok Wolf tanpa perlawanan sedikit pun
Wolf tak punya kekuatan sebesar mereka, dia yang memiliki darah manusia ditubuhnya, begitu lemah dibandingkan mereka yang memiliki darah murni manusia serigala.
Disebuah Castle di atas puncak bukit berbatu tertinggi nan gelap , Wolf sudah diikat pada sebuah tiang panjang yang letaknya tepat berada di tengah Ruangan berbentuk Aula yang sangat besar, Ruangan itu memiliki langit - langit yang sangat tinggi dengan tiang tiang penyanga yang besar serta kokoh. Ruangannya bernuansa Gelap dan suram.
Tak terdapat satupun jendela disana. Bangunan itu sengaja dirancang agar tak ada cahaya yang dapat menembusnya.
Cahaya nya hanya yang berasal dari Obor yang menyala di sudut sudut Ruangan.
Anne gadis cantik itu masih mengenakan gaun pengantin putih yang sudah rusak, Akibat menghindari para serigala yang kini telah berhasil menangkap dirinya. Dia berdiri dengan tabah, tubuhnya dipegangi oleh beberapa pria berjubah hitam. Anne bergidik melihat Wajah- wajah pucat mereka. Seolah tak ada darah yang mengaliri tubuhnya..
Kedua tangannya terikat erat dibelakang. Dia tak berdaya.
Wajah cantiknya sudah dipenuhi darah, keringat, dan air mata. Meski sangat menderita, dia masih sempat tersenyum manis pada kekasihnya, Matanya.begitu sendu, Seolah dia mengatakan," Aku sudah rela dengan takdirku saat ini, yaitu kematian, Wolf aku sudah siap sayang..."
Wolf tak sadar menangis.
" Anne!, kumohon bertahanlah..." Wolf berkata putus asa
Dia menoleh pada pria tua yang berdiri dikegelapan menyembunyikan wajah misterius abadinya
" Papa lepaskan Anne! dia tak salah apa pun, aku janji akan meninggalkan nya selamanya.. kumohon lepaskan kekasihku."
Pria pucat yang di panggil papa berdiri kokoh disana, tak bergeming Hatinya tak tersentuh sedikit pun dengan perasaan sepasang kekasih itu
" Sudah terlambat Wolf, kekasihmu sudah melihat dan mengetahui semua rahasia dari kelompok kita, Jika dia menyebarkan keberadaan kita pada manusia Lain maka musnahlah kita.."
Adrian menatap Tajam Anne,
" Dia hanya manusia Fana, relakan dia"
" Tidak - tidak , Anne tak akan melakukannya ayah..kumohon. Biarkan Anne hidup." Iba Wolf memelas.
Adriam mulai tak sabar, Dia menoleh pada Leon, yang sejak tadi berdiam diri diantara mereka.
" Leon..! lekas eksekusi gadis manusia itu..." perintahnya tegas tak bisa dibantah.
" Semua ini adalah hukuman bagimu Wolf, karena kau sudah berani mendekati serta berhubungan dengan manusia..bukankah aku selalu melarang dan mengingatkanmu...namun kau tak mengindahkannya"
Tanpa menoleh lagi Adrian pergi meninggalkan Ruangan tersebut menghilang ke dalam kegelapan.
Leon bersiap dengan pekejaanya sebagai Algojo.
Anne menatap Leon dengan Pasrah, Senyum manis masih terukir diwajahnya .Tak ada tuntutan apa pun di mata bening gadis itu, matanya hanya menyuratkan cinta yang sangat dalam pada dia yang terikat erat pada tiang dihadapanya.
Wolf menggeleng geleng putus asa, marah terluka dan sedih.
Sungguh hatinya tak rela kehilangan kekasih manusia yang amat dikasihinya.
Dia ingin berlari dan memeluk Anne Lalu menghajar manusia manusia terkutuk itu, hingga tak bersisa.
" Tidak..tidak..tidak..Annne..kumohon Anne.." Serunya panik.
Wajah Leon berubah beringas, Matanya menjadi kecil, dan nyalang , Terlihat kejam mematikan. Mulutnya mengeluarkan taring yang sangat tajam. Wujudnya telah berubah menjadi serigala yang sangat besar berwarna hitam.
Dia melolong sebentar.
Dengan gesit dia menyambar tubuh Ramping Milik Anne, mengigit lehernya dengan begitu cepat.
Membuat Anne tersentak sentak sembari terbaring dilantai, matanya menatap Wolf secara menyedihkan dan tak berpindah, seolah dia ingin merekam wajah Wolf ke dalam memorinya untuk selamanya, Terakhir sebuah senyum manis mengukir, dia pamit pada Wolf
" Selamat tinggal kekasihku..."
Mata Anne terpejam. Dia terdiam untuk selamanya.
" TIDAAAAAAAAKKKK...!!!!" Wolf menjerit histeris...Suaranya terdengar menggelegar pilu dan menyayat.
Anne telah tergelatak bersimbah darah, dihadapan kekasihnya.
Wolf mengigil, menjerit , melolong memilukan hati..
Kekasih yang dicintainya telah pergi untuk selamanya. Dia terduduk lemas bertumpu pada lututnya menangis tersedu sedu, bahkan hingga jasad gadis itu dibawa entah kemana oleh mereka
Andrian berdiri di sisi jendela dengan Ekspresi tak bisa digambarkan
Matanya menatap pada bulan yang bersinar Redup dibalik jendela kamarnya
Dia mendesah.
" Maafkan aku dewi istriku..Aku telah membuat Anak kita menderita.
Sama seperti kita, Cinta mereka juga harus dipisahkan oleh takdir yang kejam.."