Ya kenalkan namaku Rani, gadis desa yang bekerja sebagai petani bersama kedua orangtuaku. Setiap pagi aku harus bangun lebih awal supaya tidak telat untuk bertani di sawah. Dengan usia masih muda tepatnya 18 tahun, sudah banyak yang ingin meminang ku untuk dijadikan istri.
Maklum saja di desaku usia semuda itu sudah cocok untuk menjalani yang namanya rumah tangga.
Orang tuaku sudah cukup tua dengan usia yang hampir menginjak 60 tahun mereka masih tampak kuat untuk bekerja di sawah. Hanya saja aku bisa melihat kalau ayahku sering mengeluh kalau siang hari alasannya mungkin kalau ada menantu bisa ada yang membantu.
Ucapan ayahku tak aku hiraukan, aku lebih fokus dengan ibuku yang terlihat tidak banyak mengeluh. Oleh karena itu aku sangat sayang kepada ibuku.
Di keluargaku mungkin aku bisa sedikit berbangga dengan fisik yang aku miliki, aku memiliki kulit putih dan wajah yang cukup cantik. Aku mengatakan hal itu karena kedua kakakku adalah laki-laki jadi aku yang paling cantik diantara mereka.
Oh ya, ayahku bernama Hasan dan ibuku bernama Irma, sedangkan kedua kakakku masing-masing memiliki nama Arul dan Heri. Kedua kakakku sudah menikah dan sudah memiliki anak, mungkin ini alasan kedua orangtuaku ingin aku segera menikah. Alasannya tak muluk-muluk yaitu ingin menimang cucu dari anak bungsunya yaitu Rani Ernawati.