Perpisahan akhir sekolah di SMA Gunadarma, sekolah dimana KIRANA LARASATI PRASETYA menempuh pendidikan selama tiga tahun lalu. Acara berlangsung dengan istimewa dan sanagt meriah dengan bintang tamu penyanyi terkenal dikalangan para remaja. Kiran dan ke 3 sahabatnya , Risma, Yasmine, juga Shinta sedang saling merangkul satu sama lain mereka juga ikut bersenandung menirukan sang bintang tamu bernyanyi. Kebersamaan mereka saat ini mungkin akan jarang mereka lakukan setelah mereka semua melanjutkan pendidikan. Yasmine gadis cerdas itu kelak melanjutkan studi di universitas di ibu kota dan meninggalkan sahabatnya untuk masa depan nya kelak.
"Loe ntar sering-sering pulang yas, gue bakal kangen banget sama teori-teori loe" ucap Kiran
"Iyaa bawel" jawab Yasmine
"Yas, jangan lupa loe disana nyari gebetan ya" gurau Risma karena selama ini Yasmine tidak pernah memikirkan soal asmara, yang dia tahu gaya belajar belajar dan belajar saja.
"Iyaa Yas, kalo ada cowok yang oke kenalin gue dulu biar gue seleksi" jahil Kiran berhasil membuat sahabatnya terbahak-bahak
"Elo tuh otak nya cowok Mulu ran" jawab Yasmine
"Mana ada yang ada di otak gue tuh cuma RIAN KURNIAWAN" jawab Kiran dengan berbangga hati
Mereka melanjutkan obrolan santai nya, hingga Kiran tersadar bahwa dari tadi dia tak melihat seseorang yang tadi datang bersamanya. Pandangan Kiran tertuju ke semua arah namun tak ditemukannya. Hingga membuat Shinta berceletuk "loe lagi nyari siapa sih"
"Siapa lagi kalo bukan si babang Rian kesayangan" jawab Risma dan Yasmine kompak bersamaan
"Ya siapa lagi dong, kan emang Rian kekasih pujaan hati gue" tandas nya "masa iya gue nyariin si Sigit" kekeh Kiran. Sigit si ketua basket di sekolah yang terkenal seluruh penjuru dari awal masuk SMA Gunadarma sudah sangat menyukai Kiran dan berkali-kali menyatakan perasaannya namun selalu ditolak hingga akhirnya ada murid baru yang memikat perhatian Kiran siapa lagi kalau bukan Rian.
"Kasian tu anak, 3 tahun jadi penggemar gila loe" Yasmine terkekeh mengingat Sigit yang selalu mencari perhatian Kiran
"Tau ni, eh kan udah pertemuan terakhir Lo samperin gih biar dia lega pernah sekolah disini" dilanjutkan Risma "nooh dari tadi ngeliatin Lo Mulu"
"Iya ya kasian banget dia, apalah daya gue yang gak bisa ngebalas cintanya" jawab Kiran pura-pura merasa bersalah "Yook kita say haloo sebelum say good bay" lanjut Kiran
Seketika mendapat cibiran ke tiga sahabat nya, namun Kiran bersungguh sungguh ingin memberi kenangan terindah sebelum mereka berpisah melanjutkan perjuangan hidup (cielah)
Setelah Kiran sampai di hadapan sigit, lelaki itu menatap tak percaya jika gadis yang ia selalu kejar 3 tahun terakhir ada dihadapannya terlebih karena Kiran lah yang mendatangi pria itu langsung
"Hai, maaf ya kalo gue pernah ataupun selalu bikin kesalahan sama lo baik itu gue sengaja ataupun gak sengaja" ucap Kiran kepada Sigit yang masih terdiam memandangi gadis cantik itu
"Eh e-enggak apa-apa kok ran" jawab Sigit dengan senyum sumringahnya "kamu duduk sini biar gak capek berdiri gitu" tawar Sigit
" Engga gue cuma mau ngomong gitu aja kok, em gue juga masih ada keperluan sorry ya. Semoga loe bahagia setelah ini ya git, loe ganteng kok pasti banyak cewe yang naksir Lo. Jangan terus-terusan ngejar gue ya" setelahnya Kiran pergi dari sekumpulan geng anak basket tak lupa dengan senyuman manis nya takut perkataannya barusan melukai seseorang. Kini Kiran masih mencari-cari sang pujaan hati dipandanginya seluruh penjuru gedung, dan disanakah dia Rian bersenda gurau bersama temannya. Kiran melangkah cepat saat mendapati pandangan kekasih nya melambaikan tangan
"Kamu udahan ngrumpi sama sahabat kamu" tanya Rian
"Udah dari tadi, lagian juga aku dari tadi udah nyariin kamu kok" jawab Kiran yang kini sudah duduk disebelah Rian, nampak Rian merapikan tatanan rambut Kiran membuat teman-teman nya iri melihat kemesraan yang mereka umbar "duh serasa gedung punya mereka berdua deh" cuit salah seorang teman Rian.
"Sirik aja loe" ucap Rian membuat teman-teman nya tertawa juga Kiran yang kini wajahnya berubah memerah karena malu, Rian sangat jarang mau bersikap romantis saat dihadapan teman-temannya. Katanya takut ditertawakan seperti saat ini "kamu tuh harus dimanjain kayak gini biar terus lengket sama aku" lanjut Rian
"Duuuh pindah dah gue mo nyari gebetan dulu" ucap salah satu teman Rian "gue juga mo nyari cewek gue, abis baper gue liat kalian" dilanjut teman yang satunya lagi. Merekapun kompak membubarkan diri setelah merasa seperti obat nyamuk ditengah kemesraan Kiran dan Rian
"Mau pulang sekarang apa nanti" tanya Rian
"Nanti aja dulu, masih mau mengenang masa putih abu-abu" jawab Kiran
"Bukan lagi mengenang masa dipepet Sigit kan" tanya Rian sembari menyipitkan mata ke Kiran
"Apaan sih, ya engga lah kan kamu udah lebih dari segala hal buat aku, buktinya Sigit aja kalah saing sama kamu yang baru masuk langsung kena ke hati aku" rayu Kiran plus senyum sumringahnya membuat keduanya terkekeh
Perjalanan hubungan mereka juga sangat unik, saat itu Rian baru saja pindah sekolah ke SMA Gunadarma. Suatu hari saat berada di lab sekolah Rian tidak sengaja menabrak seorang gadis yang membuat gadis itu setengah marah karena menumpahkan jus buah yang akan telitinya di lab hari itu. Dengan kegaduhan diluar guru pembimbing pun keluar dan menegur mereka berdua, lalu mereka berdua disuruh mencari bahan pengganti minuman yang sudah tumpah itu. Keduanya pun hanya bisa pasrah jika tidak mau dihukum membersihkan toilet umum di sekolah, pilihan terbaiknya mereka mencari jus pengganti. Kiran gadis yang ditabrak oleh Rian, kini sedang cemberut karena di kantin kehabisan buah untuk, maka mereka harus keluar sekolah untuk mencari minuman pengganti.
"Dari tadi manyun aja neng, gak pengen kenalan gitu" tanya Rian pada gadis disebelah nya itu "maaf ya aku anak baru disini baru 2 hari pindah, jadi gak tau deh disini dimana bisa nyari jus buah. Dan karena itu kamu yang jadi petunjuk jalan nya" lanjut Rian
"Oh loe anak baru itu toh, ngapain pindah nya ke sekolahan gue" tanya Kiran
"Oh itu sekolah kamu, keren masih muda udah punya sekolahan" jawab Rian
"Ih garing amat sih ni bocah" ucap Kiran "tuh depan sekolah ada minimarket kita beli disana aja, tapi gue lupa gak bawa uang. Uang gue ada di dompet dalam tas" jelas Kiran
"Iya deh biar aku aja yang bayar, kamu pesen gih" lanjut Rian
Setelah kembali ke lab Rian pun berpamitan untuk kembali ke kelas nya dengan cara unik "eh aku mau balik kekelas boleh gak?? Trus aq kelasnya di IPA 2 nanti kalo kamu ada perlu langsung aja temuin aku disana" ucap Rian dengan diiringi senyuman dia meninggalkan gadis itu menuju ruang kelasnya
"Dasar aneh" ucap Kiran lirih
Setelahnya Kiran bertemu lagi saat tengah menghindari Sigit yang sedang membawakan bucket bunga untuk gadis itu, entah sudah berapa banyak bunga dan coklat ataupun boneka yang ditolak serta dikembalikan Kiran karena dia tak pernah sedikitpun menyukai lelaki itu, juga karena Kiran tak mau memberi harapan palsu.
"Ada apaan emang kok ngumpet sini" kedatangan Rian yang tiba-tiba membuat Kiran terkejut
"Ahh kaget gue, gue minta tolong sekali lagi ya pliisss" pinta Kiran
"Minta tolong apa, banyak juga GPP kok aku ikhlas" jawab Rian
"Pliiss bawa gue keluar dari sekolah ini tanpa ketahuan cowok-cowok disana" Kiran menunjuk sekumpulan teman-teman Sigit beserta big bos nya sang kapten.
"Ada apa emang kamu di kejar mereka, kamu jahilin mereka ya" selidik Rian
"Jangan bawel ah mau apa engga" pinta Kiran lagi
"Siiap ayoo, eh mending kamu aku gandeng aja biar mereka takut gimana" ucap Rian
Tanpa pikir panjang Kiran menerima tawaran lelaki itu untuk bergandengan tangan, namun ternyata Kiran salah langkah kini dia sedang merasakan perasaan yang aneh tak biasa dari biasanya. Genggaman tangan itu menghangatkan jiwa Kiran, seakan mabuk asmara dibuatnya.
"Ih iya kita mau kemana" tanya Rian membuyarkan lamunan Kiran
"Em itu kita ke-ke taman kota aja" usul Kiran disetujui Rian
Mereka kini berboncengan menuju taman kota, didalam perjalanan gadis itu menahan diri karena detak jantung yang berdebar kencang sejak tadi Rian menggenggam tangan nya.
Dan Mulai dari sanalah mereka lebih dekat sangat dekat hingga beberapa bulan setelahnya Rian mengungkapkan cintanya untuk Kiran. Entah ungkapan cinta Rian terasa berbeda diri ungkapan cinta Sigit yang sudah puluhan kali Kiran tolak, gadis itu sudah lama memiliki perasaan yang sama pada Rian. Dan saat pujaannya menyatakan cinta apalagi yang harus dipikirkan ia pun menerima nya. Dan hari-harinya semakin bahagia dengan Rian selalu mendampingi. Walaupun begitu Sigit tak putus asa tetap Pepet terus Kiran nya tanpa tahu malu bahwa Kiran sudah punya kekasih.