Mirai belum bisa tidur. Berbaring di atas tempat tidur sembari menatap langit-langit kamarnya. Pikirannya menerawang jauh, mengingat percakapan dengan Aksa tempo hari. Dan percakapan itu selalu membuat Mirai kepikiran, membuat ritme jantungnya tidak seperti biasanya. Aneh, Mirai tidak pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya, ini yang pertama kali dalam hidupnya.
"Kamu nggak perlu jawab sekarang, Rai. Aku tunggu jawaban kamu di hari aku selesai sidang. Dan aku harap hari itu kamu datang ke kampus."
Aksa kembali berucap setelah tidak ada respon apapun dari Mirai atas pertanyaan sebelumnya, Aksa menyatakan perasaannya kepada Mirai memang secara tiba-tiba, lelaki itu juga tidak tahu kenapa bisa seberani tadi, padahal kemarin ia sudah kalang kabut sendiri memikirkannya.
"Apapun jawaba