Mark yang semula berdiam menunggu shinta. Dia terlihat snagat gundah. Tidak ada hiburan di kamar itu. Ingin sekali Mark segera turun memastikan jika wanitanya tidka pergi darinya. Terpikir dalam otaknya untuk membaut wanitanya hanya jadi miliknya seutuhnya.
Mark yang semula berdiam diri di kamarnya. Ia merasa sangat bosan. Harus menunggu Shinta masak di dapur. Dan entah dia bemar-benar bisa masak atau tidak. Selama dia tinggal bersama dengan Shinta hanya beberapa kali saja masak buat dia, itu juga masakan dasar yang memang sangat mudah resepnya.
Mark, melangkahkan kakinya berjalan menurini anak tangga, menuju ke dapur, yang lumayan jauh dari kamar Shinta.
"Eh... Syang.. kenapa kamu turun?" tanya Shinta, yang masih mencicipi masakannya.
"Bosan syang!! Aku nunggu kamu lama banget, lagia