Cklekkk...
Suara pintu terbuka membuat Ema terjingkat dari ranjangnya, ia duduk bersandar di kepala ranjangnya, dengan selimut tebal yang menutup tubuhnya.
"Kamu?" ucap Ema, menaikkan ke dua kelopak matanya, pupil matanya perlahan membesar melihat jelas wajah seorang laki-laki yang ia kenal baru saja bertemu dengannya tadi di pesta.
"Aku sudah janji padamu, kalau aku akan datang lagi?" gumam seorang yang membaut dia merasa kesal, menutup pintunya rapat. Bukanya kamu ornag kemarin yang aku lihat saat kita sampai di pulau ini? Dan, pesta di pulau ini kemarin. Kamu terus menatapku dengan tatapan membunuh. Apa yang kamu inginkan dariku?
"Apa yang ingin kamu lajulan, cepat pergi atau aku akan lawan kamu"
"Coba saja kalau kamu mau malawan, dalam keadaan seperti itu kamu bisa lawan aku?" uc