Angin berhembus lembut dengan tempo ringan, sekawanan burung murai yang hinggap di pepohonan berdendang merdu bagaikan simfoni alam. Sebuah mobil sedan keluaran Eropa melaju menuju sebuah perusahaan kenamaan dikota Arzt membawa tiga penumpang penting dua pria dan satu wanita. Pertama dengan posisi duduk paling kanan terlihat seorang wanita dengan rambut panjang sebahu berwarna merah dan poni yang menjuntai menutupi dahinya yang lapang. Sekilas wajahnya mirip artis kpop Lisa Blacpink dengan kulit putih s**u dan outfit berwarna coklat muda. kartu identitas dikalungkan di lehernya yang panjang bertuliskan Areum. Di Sebelah Areum duduk seorang pria dengan gaya mohak berwarna blonde memberi kesan blasteran Eropa, tidak seperti Areum pria ini mempunyai warna kulit putih kemerahan dan diposisi ujung kita melihat seorang pria yang dikenal dengan sebutan Pangeran Tidur, kebiasaan tidurnya yang lama dan tidak mengenal tempat serta cuaca pria ini selalu gampang memejamkan matanya, sama seperti areum pria satu ini mempunhai wajah khas Asia Timur dengan komposisi yang hampir sempurna menyerupai lukiaan pria tertampan didunia terukir diwajahnya.
Mobil itu berhenti di pelataran parkir VIP tempat para jajaran direksi penting memarkirkan mobilnya. Pria yang tertidur bernama Brian. Seolah tahu sudah sampai tujuan ia terbangun dari tidurnya lalu bergegas turun. Areum merapikan rambutnya dengan sisir, menyemprotkan parfum di bagian kiri kanan seragamnya dan memakai handcream, berpindah kepada seseorang disamping Areum yang bernama Steve juga melakukan tindakan yang sama kecuali satu hal yaitu dia tidak memakai handcream. Mereka turun bersama berjalan dibelakang pria paling tampan . Karpet merah digelar untuk menandakan kedatangannya , di sebelah kiri kanan karpet berdiri para juniornya mengelu-ngelukan nama mereka. Dengan langkah penuh percaya diri paling paripurna. Dari dalam seorang pria berumur sekitar 45 tahun dengan memberikan pin sebagai tanda naik jabatan.
"Selamat datang dan lanjutkan langkah kalian ke ruang sakral" ujar Pak Ang yang merupakan bos perusahaan.
" Pasti ada misi penting lagi" kata Areum yang sangat paham dengan gelagat bosnya
"kebaikan yang berlebihan tanda ada rahasia yang tersembunyi" timpal Steve
"Dan akan terungkap setelah kita memasuki wilayah paling sakral disini" kata Brian menambahkan
Ruangan bigbos perusahaan ini disebut dengan tempat sakral bukan karena ada sesuatu berbau ghaib akan tetapi karena disana adalah tempat dimana para karyawan terbaiknya mendapatkan misi penting. Banyak karyawan yang ingin dipanggil ketempat sakral tapi hanya grup 3g saja yang memiliki kesempatan terbesar sehingga tak heran mereka menjadi idola baik junior maupun seniornya kecuali empat orang. Anggit, Dariel, Hana dan Arsha. Raut wajah dengki dan sinis mereka tampakkan.
3g tahu bahwa mereka membencinya tapi mereka lebih memilih untuk mengabaikannya karena bertengkar dengan mereka tidak ada gunanya.
sesampainya di ruang sakral tanpa komando mereka serempak duduk bersandar di sofa klasik sambil mengatur nafas efek kelelahan .
"Aku memanggil kalian bukan untuk rebahan tapi ada misi rahasia yang harus kalian jalankan dan harus berhasil entah bagamanapun caranya" perintah Pak Ang dengan wajah serius dan kaku seketika mereka memperbaiki posisi dengan duduk lebih formal dan tegap.
"Misi apa bos sampai harus segera dilakukan" tanya Areum
" Menemukan labirin yang hilang di negara Kaztemar"jawab Pak Ang
Mereka bertiga saling bertukar pandang dengan ekspresi terkejut
" Kaztemar negara yang misterius, banyak cerita aneh dan horor disana " Steve mencoba menegaskan bahwa misi ini sangat berbahaya
"imbalannya gaji kalian naik 200 persen dan aku yakin kalian mampu mengenai cerita yang beredar aku rasa itu hanyalah cerita berantai yang tak jelas sumbernya "jawab Pak Ang
mereka saling berunding beberapa saat dan memutuskan dengan keyakinan kuat
"Kami bersedia "Areum sebagai perwakilan kedua teman-temannya menyetujui misi rahasia ini.
" Bagus , segera kalian pulang penerbangan kesana 2 jam lagi" sambil mengeluarkan 3 ransel besar dan diberikan kepada Areum, Steve dan Brian