Bab 1: Kau tidak akan sanggup mendengar tentang kisahku yang sungguh begitu misteri. Janganlah anda membaca seorang diri karena dapat.. — MISTERINYA KISAHKU — Lisdiana Diana · Aksara
Kau tidak akan sanggup mendengar tentang kisahku yang sungguh begitu misteri. Janganlah anda membaca seorang diri karena dapat..
Kisah semula seorang gadis yang misterius saat di lahirkan di dunia ini. Tepat pada hari Minggu pukul 12.00 wib, lahir lah seorang gadis yang begitu cantik dan menarik hati bagi siapa saja yang melihat. Tanpa seorang dokter ataupun bidan yang menangani persalinan. Bayi yang keluar dan tidak di ketahui ibunya, bidan pun datang untuk menanganinya tetapi bayi tadi sudah di luar dan tidak menangis. Ibunya pun heran, mengapa tidak merasakan kesakitan atau merasakan bahwa bayi itu telah lahir ke dunia ini. Tanpa basa basi, bidan pun membersihkan ari ari dan memandikannya. Setelah bersih, ibu dan anaknya dapat kembali ke rumah karena ibunya tidak merasakan apa-apa. Setelah di rumah, ibunya ketakutan bertemu dengan ayah anak itu karena ayahnya berkata " jika seorang putri yang lahir, kita akan bercerai". Ketakutan yang begitu dalam yang di rasakan seorang ibu membuat dirinya gelisah dan tidak tenang. Di saat ayah anak itu sampai di rumah, ia ingin segera melihat anaknya yang telah di harapkan nya 9 bulan ini.
Ayah ; Ma, bagaimana kesehatanmu?
Ibu ; baik (sambil gemetar ketakutan)
Ayahnya pun terkejut sambil melihat bayi yang lucu dan mungil tersenyum melihat ayahnya. Hati ayahnya yang keras dan kejam dengan sekejap luluh dan tersenyum gembira sambil menghampiri anak tersebut. Ayahnya merasakan ada sesuatu misteri di wajah anak itu yang membuatnya ingin terus menggendongnya dan selalu ingin memeluknya.
Ibu ; Pak, apakah kamu tidak marah?
Ayah; Ma, saat aku melihat anak itu, hatiku tertidur dan terasa anak itu berkata ; Papa, jangan buang aku! (sambil meneteskan air mata). Suasana yang begitu tegang menjadi suasana yang meriah dan megah. Ketika anak tersebut menatap ayahnya dan ayahnya melihat anak itu, mata anak itu memancarkan pelangi di kedua matanya. Ibunya pun berkata "maafkan saya yah, karena tidak memberi sesuai harapanmu" sambil menangis dengan ketakutan. Ayah anak itupun berkata "aku sungguh bahagia melihat anak ini, membuat hati ku tenang dan damai" sambil tersenyum ceria. Dan berkata lagi kembali "aku akan memberi nama kepadanya yaitu DIANA, karena aku bersukaria melihat senyum dan lesung pipi diwajahnya. Anak itupun tumbuh dengan penuh kasih sayang dan ayahnya tidak pernah melepaskannya sampai anak itu besar. Anak itupun masuk sekolah dasar.
Ibu ; Diana, ayo cepat nanti terlambat masuk sekolah!
Diana ; iya Ma, saya sudah siap
Ayah ; biarlah saya yang mengantar karena Diana pertama masuk sekolah. (dengan sukacita mereka berangkat).
Di sekolah Diana selalu di bully oleh teman-temannya, tetapi dia tidak pernah memberitahu kepada orangtuanya. Diana sangat sabar dan tegar menghadapinya