…
Kuhela nafasku panjang, kugenggam kalung yang kupakai ini, Santos… ternyata ini tidak terbuat ketika aku tertidur, namun Santos yang memberikanku saat itu. Kembali kuhela nafasku, rasa rinduku padanya kembali muncul pagi itu.
Kulirik buku hitam itu, kuraih dan k****a kembali judul buku tersebut , aku mengerutkan dahiku ketika merasa tak asing dengan guratan tulisan tangan ini, aku memiliki rasa bahwa tulisan ini adalah tulisan tangan Santos kakakku.
‘Wanita penguasa Sang Kegelapan’ keningku masih berkerut kala membaca judul buku tersebut, dan teringat dengan judul dari buku yang kulihat dalam mimpiku. Judul itu berucap ‘mereka yang menguasai kegelapan dan kehancuran’ otakku berpikir dengan amat keras “penguasa kegelapan??” gumamku mengingat ucapan Santos ketika membaca buku ters