CHAPTER 1
DANY POV
This is me, terserah apa yang mereka fikirkan. gue cuma berusaha menjadi apa yang gue mau, apa yang gue rasain dan apa yang gue bisa. Kenalin, gue Danytian Prakoso Luzian, 27 tahun. gue bekerja sebagai Manajer Purchasing di sebuah perusahaan properti di jakarta. Walaupun semua orang bilang gue MELAMBAI, tapi emang bener sih. Gak tau kenapa gue begini, ini terlalu rumit dan terlalu dewasa buat di ceritain.
D: "Hey baby, kenapa? Lo keliatan agak murung"
Itu Bastian Zanetta, bisa di bilang dia "pacar gue", baiklah lupakan alasan kenapa gue pacaran sama bastian.
D: "bosen, ke apartment aja yuk"
B: "bentar lagi ya, gue janjian sama temen tadi"
Temen? apa temen? ya sejujurnya gue lagi cemburu. Habis kebiasaan seh, bastian udah punya pacar masih aja ngegaet CEWE laen. lengkap sudah hidupnya, ada gue sebagai pacar gay nya dan ada wanita itu sebagai pacar perempuannya.
D: "gue tinggal dulu ya, bye CUP"
B: "bye"
Pergi sono dasar playboy, cuih.
CALISTA POV
C: "Pah please, aku gak mau kerja di perusaan papah"
P: "bukan perusaan papah, itu perusahaan om mu"
C: "tetep aja papah yang ngatur disana"
M: "tapi cal, disana lebih baik. cari kerja itu susah loh"
C: "iya mah, tapi itu gak adil. aku yang akan tentuin dunia ku sendiri"
Orang tua, kadang mereka semaunya sendiri. Oh hai, nama gue Calista Manyla Putri, 23 tahun. Seperti yang kalian bayangkan, gue cantik, gue baik dan menarik. Sejauh ini gue punya 35 mantan pacar, hahaha. Akhir-akhir ini orang tua gue lagi maksa gue buat kerja diperusahaannya. Padahal sejauh ini gue masih nyaman buat main-main. Gue masih muda, apa salahnya menikmati masa muda gue dengan hal-hal yang gue suka kan?
Calling bastian...
B: "Hallo"
C: "Bastian"
B: "ya my princess ?"
C: "gue bosen, lo ada acara malem ini?"
B: "acara ? emmm yaa ada. hari ini gue mau ke club"
C: "acara lain ?"
B: "gak ada si, ikut aja lah. gue kirim alamatnya"
C: "jangan di club bas, gue benci alkohol"
B: "No baby, gue pastiin gak akan ada alkohol yang masuk ke bibir sexy lo"
C: "sampe ketemu nanti malem ya bas"
B: "see you baby, emuach"
itu bastian, kita pacaran baru 2 bulan. Pertama kali gue kenal dia di cafe, gak sengaja ban mobil gue kempes tiba-tiba. mau gak mau karna ga ada ban serep dan udah terlalu malem, dia nganterin gue kerumah. Dia baik, ganteng, tapi agak sedikit aneh. Ya selama kita jalan, dia sering muji laki-laki yang lewat depan gue atau dia. gak aneh si, tapi cara mujinya itu loh yang berlebihan. Agak curiga kalau dia itu "gay", tapi masa iya sih ?? cowok seganteng bastian gay ? kiamat iya.
AUTHOR POV
calista melangkah dengan percaya diri, dentuman stelittonya terdengar kalah oleh dentuman suara bass yang terdengar di seisi ruangan. drees dengan potongan rendah dan terbuka di bagian belakang membuat lelaki manapun menatapnya lapar.
C: "kayanya gue salah kostum"
bisiknya pelan, ia terdiam di ujung pintu. matanya memutar keseluruh ruangan padat yang dipenuhi lelaki tampan dan wanita berbusana minim sama sepertinya. cal terlihat kebingungan, berkali-kali ia memicingkan matanya. sapuan eyeshadow coklat membuat matanya terlihat lebih tajam sekaligus "panas"
di belakangnya, bastian menatap seorang wanita dengan gaun terbuka, kepalanya terlihat memutar seperti sedang mencari seseorang. dan ternyata itu calista. bastian mendekat, memandangi tubuh indah calista yang tidak pernah ia lihat, sangat menggoda fikirnya. ia semakin mendekatkan tubuhnya, lalu mengecup punggung mulus itu singkat.
B: "emuach, apa lo nyari gue ?"
C: "aaaaa, ya ampun bas"
B: "hahaha, sory. ayo, gue udah siapin meja buat kita"
calista mengekor kemana bastian membawanya. lengan kokoh itu tampak tidak mau melepaskan genggaman lengannya.
C: "bas pelan pelan, gue pake high heels"
B: "oh, ... begini gimana ?"
C: "aaaa basss turunin gue"
bastian menggendong calista secara bridal, tidak peduli dengan teriakan yang calista keluarkan. toh di club seperti ini, sudah menjadi hal yang biasa dengan acara gendong menggendong juga adegan panas lainnya
B: "oke, kita sampai. disini lebih tenang"
wanita itu membenarkan posisi dressnya yang sedikit naik, lalu memandangi sebuah privat room. meskipun seluruh dindingnya terbuat dari kaca transparan, setidaknya suara berisik musik disco tidak terdengar didalam sana.
B: "ayo... mau minum ?"
C: "jangan alkohol"
B: "oke oke, kenapa lo gak mau minum alkohol ? gak semuanya bikin mabuk ko"
C: "ya tapi hampir semua rasanya gak enak"
bastian mengangkat sebelah alisnya, ia menimbang alasan yang diberikan calista.
B: "lemon juice ?"
C: "emangnya ada ?"
B: "sure, ini"
C: "thanks"
ia mengambil gelas yang diberikan bastian, entah mengapa tenggorokannya terasa sangat kering saat bastian menatapnya dengan tatapan lain. mungkin tatapan menggoda fikir calista.
B: "kurang ?"
C: "gak gak, cukup"
B: "memangnya lo abis lari maraton ?"
C: "hahahaha ya enggak lah bas"
B: "cal"
C: "em ?"
B: "lo cantik malem ini"
C: "jadi kemarin-kemarin gue gak cantik ?"
calista memutar tubuhnya, ia menatap ke tengah club. disana ada lima penari wanita yang sudah naked dengan sempurna.
B: "cantik, tapi ini beda. gue boleh minta sesuatu ?"
C: "apa ?"
bastian menarik dagu calista, memutar wajahnya dan mendekat. deru nafas panas terasa di wajah calista, menyalurkan darah panas keseluruh tubuhnya.
B: "i want to kiss you"
C: "ya"
jawabnya parau, bastian semakin mendekat, semakin mendekat dan
DRTTTTTTTT Dany calling..
getar handphone bastian membuyarkan dan juga mengembalikan sisi normal mereka
B: "ya?"
D: "bas, lo dimana ? gue kesepian ni"
B: "gue, gue di.. emangnya kenapa ?"
D: "gue mau balik. anterin gue"
B: "biasanya juga lo balik sendiri"
D: "yakin ? perlu gue bilang ke cewe yang ada di privat room lo kalau lo itu Bisex?"
B: "arhhh shut up. oke gue kesana"
TUT
C: "siapa bas?"
B: "itu, temen"
C: "ohh"
B: "bisa gue tinggal sebentar ? gue ada perlu sama dia"
C: "oke jangan lama-lama, gue takut sendirian"
B: "tenang aja"
bastian menyeimbangkan langkahnya, hampir saja ia merasakan bibir manis calista, namun dany yang melihat adegan itu merasa cemburu dan mencari akal agar bastian tidak mencium wanita di privat roomnya.
D: "mampus lo, jangan main-main sama gue bastian"
serunya, seraya melangkah menuju pintu keluar club.