Ini aneh , saat kelas 5 SD aku merasa sudah sangat dewasa di banding teman-teman ku yang lain .
Ketika teman-teman ku belum ada yang membicarakan tentang percintaan dan puisi, aku sudah melumat kata dalam-dalam .
Ku goreskan sepatah demi sepatah kata ke dalam otak ku, ku hembuskan nafas sangat dalam, memejamkan mata sambil tangan memegang pena.
Aku membayangkan film dramatis yang habis aku lihat , lalu aku membayangkan rasanya di posisi itu. Jika ternyata itu ada versi secara realita nya mungkin aku akan lebih dulu membunuh orang tua ku dengan pisau, atau dengan gunting rumput. Mungkin jika ada opsi lain akan ku cuci otak nya lalu ku doktrin tentang bunuh diri adalah sebagian dari pencapaian kita menuju nirwana.
Eh belum sempat ku melanjutkan imajinasi ku tiba-tiba pala ku merasakan sakit yang amat mengagetkan, seperti terkena benda tumpul .
Setelah ku buka mata ternyata guru ku 3 detik yang lalu telah melempar penghapu kayu yang habis di pakai nya untuk menghapus coretan di papan tulis.
Ternyata aku setengah tidur ketika mata pelajaran nya dan sehabis dia menjelaskan .
Dulu di jaman ku Sekolah Dasar tidak seperti sekarang, murid terlalu lembek. Cuma di cubit sedikit saja sudah melaporkan nya ke polisi atau komnas HAM .
Tidak seperti jaman ku kecil dulu...
“ saya lagi jelasin kamu malah tidur, habis ngeronda sampai jam berapa kamu ??” Sahut nya guru ku sehabis melempar penghapus.
Oh iya nama guru ku ini pak musonif, terkenal dengan hukuman nya memijit selah-selah urat di pundak atau menggetok jari tangan dengan penggaris.
“ iya pak maaf, nama nya ngantuk pak , lain kali ,,, “ belum sempat ku habis kan kalimat ku pak musonif sudah memotong.
“ Tidak usah jawab kamu erwan, ini bukan lomba cerdas cermat !! Sana cuci muka mu dulu, hampir sama dengan gembel muka kau itu “
Pak musonif membentakku dengan kata yang lumayan sakit di hati.
Ingin rasanya ku lawan, karena aku selalu tidak suka di permalukan di depan orang banyak.
Di tambah lagi teman-teman ku menentawaiku dan mengejekku.
Teman 1 ~
“ haha, tidur mulu lu, guling bawa besok ama bantal biar tambah pules “
Disitu seluruh kelas menertawai diriku .
Ya sudah, dengan muka yang sedikit bodoh aku langsung beranjak dari tempat duduk dan langsung ke kamar mandi.
Ini juga termasuk rutinitas ku sewaktu SD , datang sekolah main dengan teman-teman, tidur di kelas, jajan di kantin tidak bayar . Lalu memalaki junior ku untuk membeli kan ku rokok .
Sudah seperti mafia-mafia yakuza nampak nya aku saat masih SD , mungkin bisa di bilang juga ini langkah awal ku menjadi yakuza.
Itu kan baru mungkin, hahaha.
~Teman 2.
“ Wan besok cabut yok, deket kampungan gue aja itu kan ada rental PS , sambil nge roda kita”
Ini yang aku tunggu, hasutan teman bagiku adalah ajakan malaikat yang ku dambakan.
Istilah roda waktu itu adalah ngobat ( jenis n*****a berbentuk pil ).
Ini pengalaman baru ku lagi, karena di kelas 4 SD aku mengenal rokok, di kelas 5 SD aku mengenal roda...
“ ngeroda apaan lagi itu, jangan pake bahasa monyet gue gak ngerti jing “.
Sahut ku..
“Yaudah besok aja lu tau dah, besok ngumpul di tempat nya pok uut aje, jam 7 gue udah di situ”
Teman 2..
“Ayok dah, tapi PS nye lu yang bayarin ya ?”
Karena ini teman ku yang mengajak, aku juga tidak mau rugi, dia harus menanggung membayari aku main PS dan membelikan ku rokok walaupun itu cuma 2 atau 3 batang. 3 batang saja menurut ku juga murah karena waktu itu masih 2000.
Tempat pok uut memang dari jaman ku SD selalu menjadi terminal nya anak-anak nakal di sekolah ku, mulai dari anak tingkat SD, SMP, dan SMA ini adalah basecamp. Ya meskipun bukan basecamp bebas, tapi tempat ini selalu jadi sasaran guru-guru bagi anak murid nya yang cabut sekolah atau bolos di jam pelajaran. Walaupun sudah sering di grebek oleh guru tetap saja ini masih menjadi tempat rekomendasi.
Keesokan hari nya dari rumah aku langsung menuju ke tempat pok uut, ingin melihat apakah teman ku ini sudah ada disana atau belum.
Dari kejauhan memang aku lihat bocah seragam SD yang sama seperti seragam ku ini sudah menyeringai dengan gigi kuning nya, mungkin dia antusias sampai-sampai lupa menyikat gigi dan mungkin juga tidak mandi.
Setelah kita berdua kumpul, aku akhir nya dia ajak ke tempat PS yang kemarin dia bilang sewaktu di sekolah.
Disana memang sudah penuh anak-anak yang seprofesi dengan kami, yaitu tukang cabut.
Saat masuk ke dalam sini aku merasa seperti sedang ada di dalam lingkungan neraka lantai 3.
Aneh nya justru aku malah ikut senang, haha memang bodoh sekali aku ini.
Kita buka meja nomor 4 di pojok sesuai keinginanku, memulai game dengan pilihan bola waktu itu.
Jangan salah aku juga sudah di kenal sebagai dewanya segala jenis permainan.
Jadi bisa di tebak disini siapa yang terus memenangkan pertandingan.
Setelah setengah jam kita bermain seseorang yang di bicarakan teman ku pun muncul dari balik pintu masuk.
Dia adalah yakub , bandar obat yang sudah terkenal di kalangan anak-anak sekolah nakal kategori SD dan SMP .. hihihi
Yakub langsung mendatangi ku dan teman ku, dia berbicara lebih dulu ke teman ku ini.
“ sorry bray, agak lama ya ?? Tinggal yang merah sama ijo ni bray, yang ijo gratis dah . Kalo yang merah lu beli 1 biji 3000 , 5000 lu gue kasih 2 “ emang kalo mental bandar udah beda dah ya.
Disitu aku masih terlihat awam sekali, hanya milirik yakub di sebelah kanan dan teman ku disebelah kiri.
“Yaudah gue ambil yang ijo 2, yang merah 2”
Teman ku langsung tidak berlama-lama tanp negoisasi lebih dulu, mungkin juga karena teman ku ini sudah berkali-kali memakai barang ini.
“Nih wan, lu satu gue satu. Kite hantam yang ijo dulu baru nanti yang merah belakangan kalo yang ijo ini kurang berasa”
Teman ku ini dari raut wajah nya seperti leonardo d’caprio baru masuk nominasi oscar.
Tampak senyum jahat mengharap aku langsung menelan roda yand dia berikan.
“Gun kopi Granita gun 2”
Teman ku memesan kopi kepada gugun si penjaga PS.
“Lu telen dah ni, abis itu lu minum ni kopi, abis 5 menit lu kasih tau gue efek nye gimane tuh, sekarang sambil main lagi ( PS ) dari tadi gue masih penasaran ni kalah mulu”
Doktrin temen ku sudah di lancarkan nya, ibarat di sepak bola dia sudah meniup pluit tanda di mulai nya permainan.
Aku yang masih sangat polos di obat-obatan pun tidak pikir panjang langsung saja ku telan, lalu ku dorong dengan kopi yang barusan di pesan teman ku.
5 menit sudah lewat aku masih belum merasakan apa-apa, tidak ada yang beda dari kondisi tubuh ku, aku merasa sehat seperti 5 menit sebelum nya.
Tapi saat lagi fokus ke layar permainan aku selalu tertawa jika teman ku tidak bisa menerobos pertahanan ku, ketawa ku juga saat itu menjadi semakin sering seperti melihat pemain nya itu menjadi semakin kecil tak terlihat, seperti semut sedang bergerumun mengincar makanan.
Dan makin lama kenapa aku jadi bahagia sekali, selalu tertawa melihat hal yang benar-benar sepele.
Seperti melihat kabel stik PS yang belibet, atau ocehan temen ku yang tidak jelas.
Dia selalu berteriak “inyong kencot, edan,, kencot,, ahh kencot , walah inyong ora ora ora”
Bodoh sekali !!!
Bahasa apa itu hahahaha.
Setengah jam berlalu teman ku memberikan roda yang berikut nya.
Teman ku bilang ini sedikit keras, efek nya bisa terlalu pusing dan bahkan jika tidak kuat bisa seketika tidur di tempat.
Aku yang sudah terlalu asik tidak berfikir tentang efek yang terjadi, langsung saja ku ambil si merah seksi itu langsung ku telan tanpa ku dorong dengan air kopi seperti yang pertama.
15 menit sudah efek yang kurasakan sangat tidak wajar, badan ku terasa dingin tapi kepala ku panas seperti mendengar ocehan ibu saat ngepel lantai masih basah dan kita injak sepulang bermain tanpa bola dari lapangan tanpa alas kaki.
Aku tidak sedang jatuh cinta tapi jantung ku memompa lebih cepat.
Ku lihat banyak pelangi, dan gambar kuda poni sedang telanjang.
“Anjrit, kok gini ya dul, emang biasa kayak gini apa gimana ni ??”
Aku memastikan ke teman ku bahwa efek yang kurasakan ini memang seperti yang dia rasakan, agar aku tidak panik sendiri.
“Iye emang begitu pak, mantap kan ??hahaha..
Teman ku yang bodoh sudah ku lihat dia berbaring sambil tertawa, dia baru cerita kalo ternyata dia sudah menelan 3 butir sekaligus.
Aku merasa cemen sekali, baru menelan 2 sudah K.O seperti ini.
Tanpa terasa aku terlelap begitu saja menyender di pojok tembok dengan masih memegang stik PS .
Jam 2 siang aku lalu di bangunkan oleh teman ku yang tadi.
Kepala ku masih terasa berat tapi teman ku terlihat sehat-sehat saja seperti habis gajian.
Dari situ aku langsung pulang dan melanjutkan tidur dirumah, karena kepala ku masih saja terasa berat.
Hari-hari berlalu aku dan dia sering mengonsumsi bermacam-macam roda, dengan berbagai tipe dan warna.
Tidak terasa juga aku jadi semakin boros.
Setelah itu aku berfikir, jika aku terus menerus hanya membeli barang seperti ini, duit ku malah semakin habis.
Disitu aku merubah pola pikir ku, jika aku hanya menjadi pemakai aku hanya berteman dengan dia saja, menjadi orang bodoh dan tidak naik peringkat. Pergaulan ku menjadi sempit.
Ketika di kantin sekolah, aku coba ajak ngobrol teman ku ini.
“Dul, kalo beli banyak itu berapaan si ?”
Tanya ku.
“Beli banyak gimane?”
Tanya nya balik dengan heran.
“Iyee gue beli banyak terus gue jual lagi lah”
“Bisa aje, lu punya duit gak tapi buat beli nya ?”
Pertanyaan terakhir teman ku yang butuh sedikit waktu untuk ku menjawab nya.
Sesampai nya dirumah aku langsung pikir panjang.
Karena aku tipikal orang yang tidak mau di anggap punya pergaulan sempit dan jadi kacung saja, karena sewaktu SD aku tidak termasuk di dalam genk anak-anak bandel, jadi sudah sewajarnya kadang aku suka di kucilkan.
Tapi jika aku bisa jadi bandar roda ini dan membuka market ku ke anak-anak bandel disekolah, nama ku otomatis akan cepat naik dan di pandang lebih brandal.
Akhir nya ku coba rayu ibu ku, membodohinya bahwa seminggu lagi ada iuran seragam baru, dan buku pelajaran baru.
Aku meminta uang 300rb ke ibu ku.
Karena urusan yang berbau pendidikan ibu ku tidak pikir panjang, malam nya dia langsung berbicara pada bapak ku dan bapak ku langsung memberikan nya uang senilai yang aku ajukan.
“Erwan, sini nak.” Bapak ku memanggil dari ruang tamu.
“Nih 350rb , yang 50rb nya kamu tabung ya, besok langsung di bayarin tuh duit buku”
Bapak ku memberikan nya dengan luwes tanpa curiga sedikit pun.
Jika kalian tau iblis merah bertanduk yang sedang tersenyum, percayalah saat itu aku seperti kakak nya.. haha
Besok tittle ku berubah menjadi bandar obat, masih kelas 5 SD , kencing belum lurus tapi sudah jadi mafia obat.
Harus nya pakaian ku bukan putih merah lagi, tapi berdasi dan memakai jas.
Benar saja, keesokan hari nya aku langsung menjadi marketing dadakan, masuk ke lingkungan genk yang berandalan dengan sangat jumawa.
“ yailah ngerokok doang ??, nih lu cobain, gue saranin kasih dorongan kopi biar enak. Hari ini gratis, kalo efek nya lu suka. Lu tau harus nyari kemana”
Kata-kata ku sudah mirip bandar kelas berat, dengan membawa 1 paket strip roda di tas sekolah, kira2 1 strip nya isi 8 butir.
1 paket itu ada 20strip .
Ini memang jadi ladang bisnis paling menguntungkan saat aku masih SD .
Lambat berjalan nya waktu nama ku di sekolah melambung pesat, aku selalu mendapat tempat di lingkungan genk berandal di sekolah.
Padahal isinya di dalam genk itu anak-anak yang selalu cari keributan, suka berkelahi, dan harus berani berkelahi.
Tapi pengecualian dengan ku,
Bisnis roda ku selalu berputar sampai aku lulus SD.
Karena di sekolah ku juga gabung dengan tingkat SMP dan SMA aku memutuskan lulus SD untuk melanjutkan ke SMP yang sama saja, selain dekat dengan rumah, target market ku juga tidak jauh.
Dan masih terbawa sampai aku masuk SMP kelas 1 .
Erwan bandar obat, lelaki tampan stok terakhir...