Naya menatap lebar-lebar bangunan di depannya. Kampus Bumisatya, yang selalu ia impikan, akhirnya ia menjadi salah satu mahasiswi disini. Dengan kalung nama dari kertas karton dan permen lolipop melingkari lehernya, juga bola plastik yang dipotong separuh untuk dipakai topi, Naya sudah sah menjadi mahasiswi peserta ospek Universitas Bumisatya tahun 2019.
Ia lalu menuju ke Gedung Jurusan Manajemen Bisnis, jurusan yang Naya pilih. Sudah ada banyak mahasiswa yang datang disana. Saat mencari tempat duduk matanya tertuju pada seorang mahasiswi yang sepertinya tak asing baginya, maka diingat-ingat lagi siapa gadis itu. Tanpa sengaja pandangan mata mereka bertemu. Si gadis sontak terkejut lalu melambaikan tangan pada Naya. Naya lalu menghampirinya, dan barulah ia teringat.
"Hey... kamu juga masuk kampus sini ya?? inget aku kan?? " gadis itu membuka perbincangan.
"Iya.. aku juga kaget tadi" jawab Naya. Sementara teman-teman gadis itu mulai berbisik padanya.
"Oh iya kita belum kenalan loh, aku Rachel.. ini my besties.. Tiara sama Fella"
"Aku Nayanika, panggil aja Naya" Mereka berempat lalu bersalaman.
"Duduk sini aja Naya. Jadi gini guys.. Naya ini yang bantu gue pas kemaren gue kecopetan. Inget kan, yang gue ceritain itu. Apes banget kalo sampai waktu itu nggak ada Naya, mana pas pake tas Chanel gue pula" tutur Rachel panjang lebar.
"Iih.. gila.! Berani banget sih Nay" Tiara kagum mendengar keberanian Naya.
"Haha.. kebetulan aja kok"
"Eh.. kan kemaren aku janji mau nraktir kamu, gimana? Kapan nih bisa jalan bareng kita bertiga? " tanya Rachel.
"Mm.. boleh aja, abis pulang kuliah juga boleh kalau nggak kemaleman" jawab Naya.
"okay deh.. mulai sekarang lo gue aja ya Nay.. sama temen sendiri pula" Rachel lalu merangkul pundak Naya.
Naya tersenyum. Rachel, Tiara dan Fella mereka sangat baik padanya meski bisa dilihat secara langsung bahwa mereka bertiga bukan sembarang mahasiswi. Dilihat dari tas dan jam tangan yang mereka gunakan.
"Gue minta nomor w******p dong Nay, IG juga boleh" pinta Rachel.
Naya lalu mengeluarkan ponselnya dan menunjukannya pada Rachel dan yang lain.
"IG jarang gue buka sih, followersnya masih seuprit. Hehe.. "
"Ada-ada aja lo Nay" Tiara, Fella dan Rachel lalu menyimpan kontak Naya.
"Ok..Well.. welcome to the club Nay" ucap Fella.
Rektor kampus datang beserta beberapa dosen disampingnya. Memberikan pidato penyambutan bagi mahasiswa baru. Para mahasiswa mendengarkan dengan hikmat. Beliau adalah Prof.Dr.Salim Rukhayat Herdian.M.A, Ph.D . Jurusan ini termasuk sangat banyak peminatnya karena lowongan kerja yang juga banyak dibutuhkan. Setelah rektor memberi sambutan, maka giliran para pengurus BEM mengambil alih.
"Eh itu kan temen lo Chel?? " tanya Fella. Ia terlihat menunjuk seorang mahasiswa yang memakai jas BEM berdiri disamping Ketua BEM.
"Oh.. iya, itu Andrianu, dia kan anaknya Pak Rektor" jawab Rachel.
"Eh.. serius? "Naya tak percaya.
" Beneran, dia dulu SD nya satu sekolah sama gue, tapi SMP SMA misah. Gue masuk sini juga rekomendasi Papah, kan kenalan Pak Rektor juga" Rachel menjelaskan panjang lebar. Semakin yakin Naya kalau Rachel beda kasta darinya. Tapi untuk gadis sekaya itu, dia termasuk gadis ramah yang tak pilih-pilih teman.
Para senior mulai memerintahkan mahasiswa baru untuk berbaris di lapangan. Mereka melihat apakah ada dari mahasiswa baru yang tidak menggunakan atribut ospek dengan lengkap. Andri terlihat menghampiri Rachel dan mereka ngobrol sebentar lalu dia mengelilingi mahasiswa yang lain.
"Ayok.. kalian semua, satu per satu maju sini perkenalkan diri kalian sambil nyanyi dibikin lagu. Mulai dari ujung kanan kesamping seterusnya ke belakang. Ayok maju" perintah senior.
"Hadehh.. seriusan deh, beneran bakal kayak gini terus sampe lima hari? " batin Naya.
~~~~~~~{}{}{}~~~~~~
Jam menunjukan pukul 4 sore. Kegiatan ospek untuk hari ini selesai. Besok ada materi pemilihan prodi mata kuliah yang akan Naya ambil. Sebenarnya tidak banyak kegiatan fisik hari ini, ospeknya pun masih dalam taraf aman tanpa kekerasan. "Juned gimana ya di PGSD? " batin Naya bertanya-tanya. Ia lalu berjalan menuju parkiran motor. Namun tiba-tiba sebuah bunyi klakson mobil dari samping mengagetkannya.
"Naay... mau pulang? " teriak Rachel setelah menurunkan kaca mobilnya.
"Iya Chel.. capek banget" jawab Naya sambil meraba pundaknya.
"Yaah.. sayang banget. Padahal mau gue ajak jalan"
"Besok aja Chel, ini juga ribet bawa motor gue, nanti ditaroh mana" jawab Naya.
"Yaudah okay.. besok pulang kita mampir jalan dulu dont miss it.. Bye.. " Rachel lalu melambaikan tangannya dan mobilnya melaju meninggalkan Naya.
"Bye... hati-hati"
Naya lantas segera memakai helmnya dan menyalakan motornya. Lagian nanti dia merasa harus diskusi dulu dengan Mamah atau minimal dengan Juned untuk memilih prodi mata kuliah besok. Jangan sampai Naya menyesal dengan pilihannya.
Sesampainya di rumah tampak Mamah Naya sedang menyiram bunga. Disela-sela kesibukan Mamah sebagai PNS yang bertugas di Puskesmas memang Mamah sangat suka berkebun. Di sekeliling ayunan depan rumah terpajang pot-pot tanaman dengan beraneka bunga hias yang cantik. Pot bunga itu semua adalah buatan almarhum Ayah Naya. Ada yang terbuat dari ban bekas untuk bunga yang besar, dari bekas kaleng cat, bahkan buatan sendiri dari semen berhiaskan pecahan piring warna-warni
"Naya pulaaang.. " Setelah memarkir motornya Naya lalu menghampiri Mamah dan mencium tangannya.
"Gimana ospeknya sayang? Seru ya? " tanya Mamah sambil melanjutkan menyiram bunga.
"Hmm.. ya gitu Mah. So far so good" jawab Naya.
"Yaudah sana mandi terus makan. Mamah udah beli Soto Betawi kesukaanmu"
"Yaay.. makasih Maah. Tau aja Naya lagi laper banget" Naya lalu mencium pipi Mamah kemudian masuk ke rumah.
Setelah mandi Naya pun bergegas menuju meja makan. Terpampang nyata di hadapannya Soto Betawi yang harum dan beberapa gorengan yang menambah kolestrol namun herannya disukai banyak orang.
"Aduhh.. enak bener siih bauknya" Naya lalu mulai mengambil piring dan makan.
Malam itu Naya melihat-lihat isi ponselnya. Tadi pagi Rachel, Fella dan Tiara sudah memfollow akun IGnya, tapi Naya belum sempat melihat akun mereka. Dimulai dari akun IG Rachel, terlihat followersnya yang mencapai angka 150ribu followers dengan beberapa postingan endors. Terlihat Rachel suka mengunjungi beberapa tempat wisata bahkan beberapa foto saat dia berlibur ke luar negeri.
Kemudian Naya beralih ke akun IG Fella, ia termasuk gadis yang edgy dengan selera musik yang bagus. Dalam feed IGnya banyak terpampang foto saat ia menonton konser dan beberapa saat ia perform. Sepertinya ia sangat suka gitar bass.
Yang terakhir akun IG Tiara, sepertinya diantara mereka bertiga Tiara sedikit kurang hype. Isi feednya cenderung normal, hanya saja ia lebih sering posting foto saat terlibat dalam kegiatan amal maupun organisasi. Lantas Naya membuka feed IGnya sendiri. Disana hanya terpampang beberapa foto saja dengan 2ribuan followers. Kebanyakan foto keluarganya, dengan Juned, dan teman-temannya semasa SMA. Pikirannya pun kembali mengingat masa SMA yang baru saja ia lewati. Namun tiba-tiba panggilan masuk dari Juned.
>"Hallo.. Nay"
>"Lo tadi pulang jam berapa? "tanya Juned.
>"Sama Nay, paling lebih dikit. Kirain beda fakultas jam pulangnya juga beda"
>"Eh lo besok ada materi milih prodi matkul juga? "tanya Juned penasaran.
>"Udah tau mau milih apa Nay? Gue takut salah pilih nih"
>"Iya-iya.. selalu ATI-ATI" jelas Juned.
>"Mang lagi ngapain siih? "
>"Iya.. tapi pulangnya gimana? Lo mau nungguin gue? "tanya Juned.
>"Eh temen siapa Nay?? Baru juga sehari kuliah lo. Dah mau numpang-numpang temen baru"
>"Cewek apa cowok sih Nay? "tanya Juned penasaran.
>" Yaiyaaa... " Juned lalu mematikan telpon.
~~~~~~{}{}{}~~~~~
Juned sudah stand by didepan rumah Naya. Dengan vespa kebanggaan Kakek dan baju putih hitamnya yang rapi tertutup jaket baseball hadiah dari Naya.
"Mah.. Naya berangkat dulu ya" Naya lalu pamit mencium tangan Mamah.
"Iya, semangat kuliahnya sayang... Juned, naik motornya hati-hati ya" pesan Mamah pada Naya dan Juned.
"Siap Tante.. Kami berangkat dulu" pamit Juned. Sementara Juned dan Naya pergi, Mamah siap-siap untuk berangkat tugas ke Puskesmas.
Di jalan Juned sibuk memilih jalur agar terhindar macet. Maklum, di jam berangkat kerja sepagi ini tidak hanya Jakarta yang macet. Sementara Naya diam sibuk melihat-lihat sekeliling sampai suara Juned memecah keheningan.
"Nay, katanya mau cerita tentang temen lo kemaren? " tanya Juned.
"Oo... itu. Lo inget gak Jun, pas kita ke Mall beli peralatan ospek? " tanya Naya.
"Iya terus? "
"Nah, pas gue minggir buat nerima telpon Mamah itu sebenernya gue abis gagalin pencopetan" jelas Naya.
"Hah?? Serius lo Nay? " Juned kaget mendengar penjelasan Naya karena dia tidak membahas itu kemarin.
"Iih.. serius. Nah, trus yang kecopetan itu cewek, cakep banget kayak bule. Emang sih pencopetnya nggak ketangkep, tapi gue berhasil ngrebut lagi tasnya si cewek yang tadi kecopetan, trus gue balikin deh" tutur Naya.
"Ih.. keren lo Nay. Tapi itu bahaya tauk. Untung lo nggak kenapa-napa"
"Ya.. alhamdulillah sih aman"
"Trus lo nggak dikasih apaa gitu sama tu cewek Nay? " tanya Juned kepo.
"Yee.. kog malah lo yang ngarep! Ya.. dia mau ngasih uang ke gue, tapi gue tolak. Biar Tuhan bales gue lebih daripada uang si mbak itu" jawab Naya sok bijaksana
"Oke.. terus apa hubungannya sama gue tadi nanya lo soal temen baru lo? " tanya Juned makin kepo.
"Gue baru tau kalo itu orangnya! Cewek yang gue tolong itu mahasiswi baru juga, jadi kita satu jurusan ternyata, dan dia barengan sama 2 temen ceweknya. Jadi ya gitu deh... " jawab Naya.
"Wih.. beruntung banget lo Nay. Baru masuk kampus udah dapet temen baik aja"
"Ya kan bener.. Tuhan balas lebih dari uang yang mau dikasih cewek itu" jawab Naya dengan bangga.
"Yaiya.. kalau mang cantik kenalin gue lah minimal" Juned mulai nyengir.
"Idiiih... nggak level ama lo. Gak leveelll" Naya memukul pelan pundak Juned dan ia tertawa terbahak-bahak sembari motor terus melaju menunju kampus mereka.
~~~~~{}{}{}~~~~