Mereka melakukan perjalanan pulang dengan hening kembali, sepanjang jalan Ajeng berdoa semoga saja Kama belum sampai di sana, karena harus dirinya lah yang duluan sampai sana. Agar calon kemarahan calon suaminya itu tak terus bertambah.
Untungnya tempat butik desainer itu searah dengan arah pulang, tapi Ajeng tetap merasa tak enak pada pria yang mengantarkannya ini. Setelah 30 menit perjalanan, motor pun berhenti di pinggir jalan.
"Kamu tinggal jalan tuh terlihat kan tempatnya!" seru Kama sambil menunjuk sebuah bangunan yang besar bertuliskan Wedding Boutique by RN.
Ajeng segera turun dari motor dan memberikan helm-nya. "Terima kasih banyak dan maaf merepotkan!" ujarnya sambil menundukkan kepalanya tanda menyesal.
Abisatya malah tersenyum. "Aku tidak merasa direpotkan kok!"
"Ya