Kerin telah berjanji akan menjenguk Alvo di rumahnya. Sudah lewat dua hari lelaki itu diperbolehkan pulang oleh Dokter. Dan menurut kabar yang ia dengar dari Deon, orang tua Alvo belum pulang juga. Jadi Alvo hanya ditemani oleh asisten rumah tangga saja. Terkadang Deon atau Lando bergantian menemani Alvo.
Seorang asisten rumah tangga di rumah itu membantu Kerin pergi ke kamar Alvo. Kerin mengangguk pelan, mengikuti langkah wanita berusia empat puluhan itu dari belakang sembari menatap ke sekitar rumah. Melihat sangat sepi, Kerin pikir Alvo akan merasa kesepian selama tidak ada Mama dan papanya. Apa lagi Alvo itu suka sekali bekerja. Waktunya selalu dihabiskan dengan bekerja, dan tidak nyaman jika tidak melakukan apa-apa.
Sebut saja Bibi, tengah mengetuk pintu kamar lalu membukanya. Dar