Kerin menepati janjinya pada Alvo. Besok malam ia akan mengundang lelaki itu makan bersama di tempatnya. Kerin bertanya makanan apa yang diinginkan Alvo. Lalu lelaki itu mengatakan ia akan menyukai apa saja yang Kerin buat.
Jika Alvo mengatakan hal barusan saat mereka masih bersama, Kerin tidak akan berhenti tersenyum seperti orang kurang waras. Dan mungkin saja Kerin akan loncat-loncat karena terlalu senang. Akan tetapi, sekarang sudah lewat. Kerin merasa kata-kata yang diucapkan Alvo sesuatu yang biasa. Tidak ada yang istimewa.
"Siapa, Ke?" Langen sedari tadi memerhatikan Kerin berbicara di telepon dengan seseorang.
Kerin memasukkan ponselnya ke dalam kantong celana. "Alvo."
Langen sedikit heran. Kerin menyebut nama lelaki itu seolah akrab. Tidak ingat apa saja yang dialami Kerin