"Kayaknya, Lando sama Kak Yaras ada sesuatu deh."
"Sesuatu gimana, Ke?"
"Pacaran... mungkin?"
"Masa? Nggak mungkin, ah." Alvo menggeleng, tidak mempercayai asumsi Kerin baru saja.
Bagaimana mungkin Lando memacari Kakak dari temannya. Ia, Lando, dan Natan telah berteman lama dengan Deon. Dari susah, senang, bahkan sebelum mereka sesukses seperti sekarang, rasanya tidak pernah kepikiran mendekati saudara temannya.
Apa lagi Lando. Rasanya mustahil saja. Hanya dalam hitungan bulan setelah usainya hubungan pertunangannya, Lando dengan sangat mudah berpaling ke perempuan lain.
Alvo berani taruhan jika Lando masih sangat menyukai Langen. Lando bersedia melakukan apa saja demi perempuan itu sekali pun harus merasakan sakit. Contohnya saja memilih mengalah mengakhiri hubungannya. Memang