"Hawanya agak panas, ya." Alfa menarik kedua sisi kerah kausnya.
Sebenarnya Alfa hanya ingin mencairkan suasana. Perasaan kemarin tampak meriah, semua orang saling berbaur, membicarakan banyak hal. Mulai dari sesuatu yang penting sampai yang tidak penting semuanya dibahas.
"Panas apanya? Malah dingin banget," celetuk Ola tidak menyadari sindiran Alfa. Ia mengapit lengan Natan, lalu meminta pendapat.
"Lagi nyindir siapa?" Yaras duduk tepat di sebelah Alfa. Perempuan itu berbisik tanpa memancing kecurigaan orang-orang.
"Pertama, adik kamu. Kedua, Alvo. Lihat aja muka mereka ditekuk mulu dari tadi." Alfa menunjuk kedua lelaki itu dengan dagunya.
Yaras ikut menatap. Kening Yaras berkerut, merasa bingung ada apa dengan adiknya. Sepertinya Deon baik-baik saja. Tidak sakit, atau menunju