Jujur saja Alfa ragu untuk menemui Kerin. Sudah lama ia tidak datang kemari, membawakan Kerin sarapan, menyapa teman-teman perempuan itu.
Alfa turun dari motor, ia menyambar kantong berisikan makanan untuk Kerin dan teman-temannya. Alfa menegakkan bahu, berusaha tetap percaya diri. Semoga ia tidak diusir karena dianggap mengganggu.
Tangan kanan Alfa terulur menyentuh pintu, ia hendak mengetuknya, namun pintu lebih dulu dibuka dari dalam. Alfa sontak mundur beberapa langkah. Ketika ia mengangkat wajahnya, tatapannya bertemu dengan Kerin. Mereka saling menatap selama tiga detik, setelahnya Kerin menyapa Alfa.
Walau kelihatan bingung kenapa Alfa kemari, tanpa memberi kabar lebih dulu.
"Lho, Fa?" Kerin menyapanya, kedua tangannya bergerak mengikat rambutnya.
"Hai, Ke," balas Alfa. "