Ana menatap sekeliling, ruang kamar yang begitu mewah dan luas, dia merasa asing, belum pernah kemari. Sedetik kemudian Ana teringat diculik oleh dua orang pria yang tidak dia kenal. Ana berjalan menuju pintu kamar dan mengetuknya. Tak lama seorang pelayan datang sembari tersenyum memberikan makanan.
“Maaf, aku dimana?” tanya Ana bingung.
“Anda berada di rumah nyonya Stenfich, selamat menikmati makanannya, jangan khawatir, kami akan melayani anda dengan baik.” Pelayan itu pergi, mengunci kembali kamar Ana. Gadis itu tertegun, kenapa bisa sampai diculik seperti ini. Dia mengetuk pintu dengan kencang, meminta untuk dikeluarkan, tentu saja suara Ana terdengar sampai telinga Arion.
“ANA! Oh God, Nek! Kenapa mengurung dia??” ucap Arion gemas menatap neneknya, dia bangkit dari duduk dan ber