“Ini apa, Ilana?” Ilana yang baru saja masuk ke rumah menghampiri ibunya yang sedang mengacungkan sebuah amplop yang sudah bisa ia perkirakan itu apa.
Helen menatap anaknya yang berdiri di depannya dan mengambil amplop dari tangannya. Ia sudah dengar kasus yang terjadi di sekolah anaknya, namun ia tidak pernah tahu bahwa anaknya akan dilibatkan dalam hal ini.
“Aku yang menawarkan diri untuk menjadi saksi.” kata Ilana sambil membaca isi amplop itu.
“Jangan ikut campur, Ilana. Kamu tahu kan siapa orangtua Keenan?” kata Helen. Ia melihat anaknya mengangguk pelan.
“Ilana tidak bisa diam, Ma. Keenan sudah keterlaluan.” kata Ilana.
“Mama tidak peduli. Yang penting dia tidak mengganggumu.” kata Helen.
“Dia mengganggu semua orang, Ma, termasuk Ilana.” kata gadis itu, “jadi saat Ilana p