“Ilana, seseorang ingin bertemu denganmu.” Seorang guru yang baru saja masuk ke kelas mengatakan itu. Mata Nadine, Joseph, Emma, dan Haikal langsung menatap ke arah Ilana lalu mereka saling padang dengan raut bingung.
Ilana tidak kalah bingung. Ia bertanya itu siapa dan guru yang baru saja meletakkan setumpuk buku di atas meja itu menggelng dan memintanya pergi ke ruang rapat yang ada di dalam ruang guru.
Nadine mengangkat tangan sambil berdiri. “Hanya Ilana, Miss?” tanyanya. Ia tidak tahu siapa yang mau menemui Ilana. Namun jika itu berhubungan apa yang mereka lakukan, kenapa hanya Ilana yang dipanggil? Guru wanita itu mengangguk dan meminta Ilana bergegas. Sebelum meninggalkan kursinya, Ilana sempat menoleh ke arah Nadine dan Joseph dengan raut bingung.
Ilana menyusuri lorong lanta