“Ada apa, Ilana?” Helen menatap anaknya yang duduk di depannya. Gadis itu bilang bahwa ada yang perlu ia bicarakan. Namun setelah beberapa detik, gadis itu hanya menunduk sambil memilin jemarinya.
Ilana menengadah lalu menatap ibunya yang menatapnya dengan tatapan penasaran.
“Ilana mau kuliah di Singapur.” kata Ilana. Ia begitu percaya diri bahwa dirinya akan bisa masuk di salah satu universitas terbaik di sana.
“Kenapa? universitas di sini banyak yang bagus-bagus. Mama yakin kamu bisa masuk universitas terbaik di sini. Kamu jadi ambil jurusan kedokteran kan?” kata Helen.
Ilana berdehem, “beberapa waktu yang lalu… Ilana ketemu papa…” Ilana menggantungkan kalimatnya demi melihat reaksi ibunya. Namun reaksi ibunya sangat diluar dugaannya. Ibunya tampak tenang.
“Oh, ya?” hanya itu ya