1.Awal
Buble seperti layaknya permen yang sangat terasa manis. Seperti itulah hubungan Naishila Dan Reynand Arsya Arkatama. Namun yang manis takan selalu terasa manis.
Untukmu Reynand
laki laki yang amat kusayangi.
Bagai malaikat yang tuhan kirim untuku. Untuk menjagaku melindungiku Dan selalu membuatku bahagia.
My buby
Aku mencintai mu
Tidak tau seberapa besar cinta ini
Aku selalu bahagia bersama mu
Aku ingin meminta supaya tuhan jangan mengambilmu dariku.
Karena rasanya hidupku bukan apa apa jika tak Ada kamu.
Aku beruntung bisa dicintai lelaki baik seperti mu.
Kamu selalu takut Aku sedih
Kamu tak mampu menyakitiku
Bahkan kata maaf sering kali kau ucap
Hingga Aku tak sadar dunia ini kadang berubah
Begitupun kamu Dan perasaan mu.
Namun tak kusangka
Secepat itu kau berubah
Lelaki baik hati lembut Dan penyayang itu kini berubah
Dia selalu memarahiku.
Dia selalu membuatku terluka
Hingga kepergianmu menghancurkan segalanya
Aku menaruh cinta diatas kata sayang denganmu.
Dan kini Aku yang harus ikhlas bahwa semua telah tiada
Kau tinggalkanku saat ku butuh dekapanmu.
Cinta memang menyakitkan.
Namun kepergianmu untuk selamanya membuatku sadar.
Bahwa kamu akan menjadi kenangan yang takan ku lupa kn.
Terimakasih untuk rasa sakit Dan bahagia mu
******
"Cewek gila lo stres Anjing." Ucap Gavindra mendorongku Aku terkejut Dan menatapnya heran
"Lo marah karena gue? Kenapa? gue cuma chat cowok gue kok, apa itu salah." ucap ku tidak menyangka Gavin akan bersikap seperti itu
"Tapi cowok lo marah, Dan gara gara lo cewek gue dibentak bentak Anjing." ucap nya emosi. Cewek lo dibentak Dan gue yang sahabat lo. Gue yang lagi butuh lo. Lo dimana vin.
"Sorry gue gak bisa maafin lo kali ini." ucap Domani menarik tangan Gavin
Aku tertunduk berusaha menahan air mataku.
"Ayang." panggilku pada sang pria dia tidak bergeming
"My Buby ihhh jangan cuekin Aku, kalo Mau marah marah aja." ucap ku pelan.
"Udah tau salah gak minta maaf Dan baru sekarang lo bujuk gue semalam kemana." ucap Reynand sinis.
"Aku... Kemarin... " Aku terdiam gak mungkin Aku bilang kalo semalem keadaan ku sangat buruk yang penuh emosi ditambah kalo ternyata Aku sedang hamil.
"Gak bisa Jawab hah?! " ucap nya menghempaskan tangan ku yang ingin merangkul tangan ya. Aku terdiam mendapatkan perlakuan seperti ini. Aku tidak menyangka dia akan semarah ini. Ya memang dia tidak suka jika Aku menghubunginyq lewat chat wa. Maka dari itu kita bertukar pesan di line. Tapi apa harus sampai seperti ini
"Ayang... Emm Aku Mau kasih tau sesuatu kalo sebenarnya Aku... "
"Gue Mau sendiri." ucap nya memotong ucapanku Dan berkutat pada ponsel
Lo hamil dia harus tau
Reynand ayahnya dia berhak tau kehamilan lo
Kalo dia gak mau nerima lo pergi yang jauh
Ingatan tentang perkataan Hana terus terngiang.
"Iya halo, oke Nay gue kesana." ucap nya ditelpon lalu menatapku kemudian."kita akhiri semuanya" ucap nya membuatku menahan nafas tidak menyangka ini akhirnya.
Aku mencoba tersenyum
"Iya bahagia ya terimakasih untuk semuanya." ucap ku lalu berbalik menjauh. Kemudian berbalik menatapnya yang sedang menatapku juga
"Aku gak dimaafkan ya Buby." ucap ku pelan lalu melihatnya melangkah menjauh
"Maaf nak dady mu tidak mengetahuimu kita harus pergi dari hidup Dady maaf harus menjauhkan mu dari dady mu." gumamku seraya mengelus lembut perutku
"Baik baik disana ya sayang jangan nakal besok kita pergi." ucap ku lalu berlari
Bersambung