Pada hari ketiga puluh, Callista dan Lucas bertemu di kantor konselor pasangan. Ruangan memiliki dua pintu, sesuatu yang sengaja dipilih Callista agar tidak merasa terkurung. Evelyn menunggu di lantai bawah dan Ben tidak hadir.
Konselor bernama Miriam menjelaskan sesi bukan mediasi hukum. Keduanya boleh berhenti kapan pun. Callista duduk dekat pintu kiri, Lucas dekat pintu kanan.
'Apa yang masing-masing inginkan dari pertemuan ini?' tanya Miriam.
'Aku ingin mengetahui apakah kembali aman,' jawab Callista.
'Aku ingin kesempatan memperbaiki,' kata Lucas.
'Kesempatan tidak sama dengan jaminan Callista pulang,' ujar Miriam.
'Aku tahu.'
Callista menjelaskan rangkaian kebohongan di pulau. Lucas tidak membantah atau mengatakan niatnya melindungi. Ia menyebut pesan yang dihapus, alasan bisnis palsu, dan keputusan menemui Naomi tanpa dukungan.
'Apa yang akan kau lakukan bila kejadian serupa muncul?' tanya Callista.
'Memberi tahu sebelum bertindak. Melibatkan keamanan atau pengacara tanpa menemui sendiri. Jika kau terdampak, kau ikut menentukan.'
'Dan kalau aku memilih cara yang menurutmu buruk?'
'Aku mengatakan keberatan, tapi tidak mengambil keputusan diam-diam kecuali ada bahaya langsung yang tidak memungkinkan komunikasi.'
Miriam meminta definisi bahaya langsung ditulis agar tidak menjadi celah. Mereka menyebut ancaman fisik sedang terjadi, keadaan medis, atau tenggat hukum yang benar-benar tidak dapat ditunda. Ancaman reputasi bukan keadaan darurat.
Callista bertanya tentang Naomi setelah eksklusivitas enam bulan. Lucas menjawab tidak ingin memulai kembali hubungan tersebut, terlepas dari status pernikahan. Perintah larangan kontak akan berlaku dua tahun dan dapat diperpanjang berdasarkan risiko.
'Apakah karena Naomi melakukan kejahatan atau karena kau memilih aku?' tanyanya.
'Keduanya tidak harus menjadi satu alasan. Aku menghentikan Naomi karena hubungan itu tidak sehat. Aku tidak akan menjadikan pilihanmu tinggal sebagai syarat.'
Jawaban itu lebih dewasa daripada yang Callista harapkan. Ia tetap tidak langsung percaya.
Mereka membahas rumah. Callista ingin kembali melalui masa percobaan, bukan sepenuhnya. Ia akan tinggal tiga malam seminggu di kamar barat dan mempertahankan apartemen enam bulan. Tidak ada acara publik bersama selama dua bulan. Sesi konseling mingguan serta terapi pribadi masing-masing berlanjut.
Lucas setuju. Ia hanya meminta jadwal dasar agar staf keamanan tidak salah menganggap kehadiran Callista sebagai tamu.
'Aku tetap istrimu secara hukum,' kata Callista. 'Namun rumah itu tidak otomatis menjadi tempat tinggalku lagi hanya karena pernikahan.'
'Aku mengerti.'
Miriam menguji perkataan dengan pertanyaan sulit. Bila Amanda sakit lagi dan meminta Callista pulang penuh, siapa memutuskan? Callista sendiri. Bila media melihat mereka terpisah, apakah tim boleh membuat cerita rekonsiliasi? Tidak tanpa persetujuan keduanya.
Callista kemudian mengangkat foto dirinya bersama Sean. 'Kau melihatnya?'
'Ya.'
'Apa yang kau lakukan?'
'Aku meminta tim tidak menyerang kalian.'
'Apa yang kau rasakan?'
Lucas menatap meja. 'Cemburu.'
Kejujuran itu membuat Callista terdiam.
'Aku ingin menelepon dan bertanya apakah kau tidur dengannya,' lanjut Lucas. 'Aku tidak melakukannya karena masa pisah dan perlindungan reputasi berlaku dua arah.'
'Kami hanya makan sebagai teman. Sean akan pindah dan tidak menunggu aku.'
Lucas mengangguk. Ia tidak tampak lega dengan cara yang menyenangkan, tetapi tidak menghina Sean.
Miriam bertanya apakah eksklusivitas masih berlaku selama masa pisah. Dokumen mereka tidak cukup jelas. Callista serta Lucas sepakat menganggapnya tetap berlaku sampai tinjauan enam bulan. Bila salah satu ingin hubungan lain, harus mengakhiri eksklusivitas secara terbuka dan menerima kemungkinan perpisahan.
Di akhir sesi, Miriam meminta masing-masing menyebut satu alasan kembali yang bukan cinta atau keluarga. Callista mengatakan Lucas telah menghormati masa pisah tanpa menggunakan uang serta media untuk menghukumnya. Lucas mengatakan Callista berani meminta bukti dan tidak menerima kebohongan hanya demi menjaga pernikahan.
'Kalian boleh tetap memilih tidak kembali,' ujar Miriam.
Callista meminta waktu sampai besok. Lucas tidak mendesak.
Di apartemen, Audi membaca aturan percobaan. Ia menanyakan apakah Callista sungguh ingin tiga malam di rumah tersebut.
'Aku ingin melihat apakah perilakunya berubah ketika aku berada dekat, bukan hanya ketika dia takut kehilangan.'
'Dan jika tidak?'
'Aku pulang ke sini.'
Callista mempertahankan kunci apartemen, rekening, pekerjaan, dan terapi. Ia mengemas satu koper, tidak semua barang. Cincin biru terpasang; cincin pernikahan tetap di kotak sampai dirinya siap.
Lucas menerima pesan melalui Miriam pada pagi hari: Aku bersedia mencoba tiga malam minggu ini. Jangan jemput. Aku datang sendiri.
Ia membalas: Baik. Kepala staf sudah diberi tahu. Kamarmu tidak disentuh.
Saat Callista tiba, kunci elektronik baru menunggu dalam amplop, tidak diserahkan Lucas sebagai simbol kepemilikan. Hak akses dapat dinonaktifkan atas permintaan Callista sendiri.
Lucas berdiri di ruang depan, menjaga jarak. 'Selamat datang.'
'Aku belum pulang sepenuhnya.'
'Selamat datang untuk malam ini,' koreksinya.
Callista masuk dengan koper kecil. Dua pintu keluar tetap ada: pintu rumah di belakangnya dan pintu kamarnya di ujung koridor. Ia tidak malu membutuhkan keduanya. Percobaan rekonsiliasi bukan bukti cintanya lemah. Justru hanya cinta yang tidak memenjarakan yang layak mendapat kesempatan menjadi lebih kuat.
Malam pertama, mereka makan di dapur kecil, bukan meja utama. Kepala staf pulang sesuai jam dan tidak ada pelayan menunggu untuk membaca kebutuhan. Lucas memanaskan sup terlalu lama; Callista tidak mengambil alih, hanya menunjukkan pengatur waktu.
'Apakah kita harus membicarakan pulau?' tanya Lucas.
'Tidak setiap malam. Hari ini kita membicarakan aturan rumah.'
Callista meminta jadwal staf tidak berubah demi kehadirannya, tamu pribadi harus disetujui penghuni yang terdampak, dan tidak ada laporan keamanan tentang dirinya kecuali insiden. Lucas meminta kamar kerjanya tetap privat serta makan bersama minimal sekali dalam tiga malam percobaan. Mereka setuju.
Ketika Lucas menerima telepon kerja, ia mengatakan masalahnya di depan Callista: ada ancaman artikel tentang Naomi. Ia bertanya apakah Callista ingin ikut menilai atau hanya menerima hasil. Callista memilih menerima ringkasan setelah tim hukum bekerja.
Perubahan itu kecil tetapi tepat pada luka mereka. Lucas memberi tahu sebelum bertindak dan menawarkan pilihan tingkat keterlibatan. Callista tidak harus mengelola setiap krisis untuk membuktikan kesetaraan.
Sebelum tidur, Lucas berhenti di luar kamar biru. 'Aku senang kau datang.'
'Aku senang kau menghormati aturan hari ini.'
Tidak ada pelukan. Callista menutup pintu, mengirim pesan aman kepada Audi, dan tidur dengan kunci di meja. Keesokan pagi ia akan kembali ke apartemen. Kedatangan dapat diulang hanya bila setiap kepergian juga tetap mungkin.