Sampainya di rumah Timo langsung memakirkan motornya di garasi rumahnya, kali ini Timo sampai di rumah tepat pukul 17:00. Timo berpikirnya untuk bisa sampai rumah secepatnya ini, sepertinya harus sakit dulu baru bisa pulang disaat matahari masih menampakkan dirinya.
Timo langsung masuk ke dalam rumahnya; pintu rumah tidak terkunci jadi ia tidak perlu mengetuk dipintunya. Diruang keluarga ia melihat Aminah—ibunya sedang menonton televisi. Perempuan paruh baya itu terkejut mendapati anaknya pulang lebih awal dari biasanya. Timo langsung menghampiri Aminah menyalami tangannya, dan duduk di sampingnya.
“Tumben jam segini kamu udah sampa rumah?”
Timo menyadarkan kepalanya dibahu Aminah. Aminah langsung mengusap dahi Timo, dan suhu tubuh anaknya cukup panas. Aminah bersyukur Timo masih bisa s