Suasana pun berubah menjadi canggung, entah kenapa keinginan besar Fida saat ini adalah ia ingin menjawaab semua pertanyaan yang dilontarkan oleh Timo barusan. Ia ingin berkata kepada Timo; tentu Fida marah dengan sikap Timo sejak kemarin bahkan sampai saat ini, tapi kembali lagi untuk apa? Namanya manusia pasti ada titik jenuhnya, butuh waktu hanya untuk dirinya sendiri, seluruh dunia Timo tidak berputar hanya pada Fida.
“Aku lagi nggak mau debat sama kamu yah, Tim. Lagian kan itu hanya masalah kecil. Mungkin kamu lagi butuh waktu buat sendiri, aku ngerti kok Tim.” Fida menaruh kotak bekalnya langsung ia tidak berani langsung menatap mata Timo.
Bagaimana kalau Timo memberitahunya, bahwa ia mengabaikan pesan dari Fida. Akan tetapi, menerima pesan dari Elvira. Bahkan mereka menelpon, apak