Fida merangkul lengan kekar milik Timo, tapi Timo berpura-pura melepaskan rangkulan tangan Fida. Berjalan mendahului Fida. Fida yang merasa bersalah pun mengikuti langkah kaki Timo, untuk menyamai langkah kaki Timo yang panjang benar-benar membuat nafas Fida tersengal-sengal. Fida jadi takut kalau kekasihnya itu benaran marah dengannya, maka dari itu sebisa mungkin hari ini bisa membuat Timo membaik. “Tim, tunggu!” Fida masih berusaha untuk menyamai langkah kakinya Timo, dan akhirnya Fida bisa menyamai langkah kaki kekasihnya itu. “Aku tadi benaran bercanda, nggak benaran marah. Kamu jangan marah yah sama aku. Maafin aku.” Fida langsung merangkul lagi lengan kekar milik Timo, kali ini lebih erat supaya Timo tidak bisa melepaskannya.
Melihat tingkah kekasihnya yang memohon supaya ia tidak