Usai pelajaran olahraga, seperti biasa mereka langsung lari ke kantin sekedar mencari minuman yang bisa melepaskan dahaga tapi bag yang mempunyai perut karung mungkin sekalian nambah makan seperti hanya Hendro ataupun teman perempuan karena memang mereka seperti tak pernah kenyang saja, minumal beli makanan kecil.
Tapi bagi jati anak baru itu langsung menuju kelas begitu usai ganti pakaian. Wajahnya keruh dan lebih banyak diam ketimbang biasanya karena meski ia anak baru, tapi lingkungannya sudah tak begitu asing bagi pria itu.
“ya, setelah ia mendengar kabar tentang Nia dari mulut Suko nampak seperti ada kalut yang senantiasa menyelimuti diwajahnya. Sedih meamng betapapun Nia adalah gadis yang pernah dicintainya bahkan hingga sekarang pun terkadang yang namanya kenangan itu hadir dan me