Dikatakan mati, namun bayi dalam kandungan anne hidup dengan baik, dikatakan masih hidup tapi jantung anne sudah tidak bekerja dan jelas itu membuat anne tidak bernafas lagi. Itu membuat heru binggung begitu pula dokter yang sekarang sedang memastikan kondisi janin milik Anne.
“ini luar biasa” kata seorang pria yang berprofesi sebagai dokter dan orang inilah yang Clara maksud dengan kenalannya di kota xxx
“aku mulai bosan mendengar kalimat itu” balas Clara sambil menurunkan pakaian anne yang tesingkap.
“jadi apa yang bisa ku bantu untukmu clara” kata pria itu sambil memperhatikan wajah Clara yang sangat serius mengatami sahabatnya.
“aku tidak tahu”
“apa maksudmu” kata pria itu lagi.
“kau lihat, sahabatku ini mati tapi ketiga janin ini baik-baik saja. seharusnya kau yang lebih tahu di banding aku”
“ini kasus baru dan ini sebenarnya hal yang mustahil terjadi” terang pria itu lagi.
“apa ada cara untuk menyelamatkan bayinya?”
“saat ini tidak ada”
“kenapa hanya saat ini, bagaimana selanjutnya?!” tuntut Clara sambil mencengkram pakaian pria itu.
“kita harus memperhatikan kondisi janin ini dulu. Jika sahabatmu ini tidak juga sadarkan diri, tapi kondisi bayi ini semakin tumbuh dengan semestinya hingga usia kelahiran, kita hanya perlu melakukan operasi tapi jika baik ibu dan janin tidak membaik, kita hanya bisa membiarkan mereka beristirahat dengan tenang”
“maksudmu menguburkan mereka?” sahut heru yang tiba-tiba ikut dalam pembicaraan
“ya” jawab pria itu
“aku sebenarnya masih binggung, wanita ini di katakan hidup atau tidak?”
“aku tidak tahu”
“kau terus berkata tidak tahu. Jadi kau tahu apa?!” bentak winda karena kesal.
“dalam kodekteran, ada yang namanya kondisi Vegetaif. Itu adalah gangguan fungsi otak kronis, dimana dalam keadaan itu, serebrum atau bagian dari otak yang mengendalikan perilaku dan pikiran tidak lagi berfungsi secara normal namun hipotalamus dan batang otak yang berfungsi untuk mengendalikan fungsi vital masih berfungsi dengan baik” ucap pria itu panjang lebar.
“tapi dalam kasus itu, mereka masih bernafas dan jantung mereka masih bekerja tidak seperti apa yang terjadi pada sahabatmu ini”
“lalu”
“biarkan aku mengeceknya”
“ucapanmu membuatku tidak mengerti. Intinya adalah, wanita ini masih hidup atau sudah meninggal” sela Heru sambil bertolak pinggang.
“untuk tahu itu, kita perlu memastikannya terlebih dahulu”
“bagaimana?”
“memperhatikan perkembangan janin tentunya”
“terserah kau sajalah. Aku tidak mengerti dan capek” Erang Heru lalu pergi dari kamar apaerten itu menuju ruang tamu untuk merebahkan dirinya di sana.
Clara hanya bisa berdecak melihat heru namun dirinya memilih tetap duduk tenang sambil memperhatikan dokter yang merupakan mantan pacarnya menyiapkan selang infus. Jujurnya Clara juga merasa hal ini adalah hal gila namun dia juga tidak ingin jika sahabatnya menjadi objek telitian.
“clara” panggil pria itu yang membuat lamunan clara buyar.
“apa?”
“aku ingin memeriksa tubuh sahabatmu ini” kata pria itu dengan cenggiran yang membuat clara menatap pria itu dengan curiga.
“apa yang akan kau lakukan”
“sedikit hal gila” kata pria itu lalu menggaruk-garuk lehernya.
“apa?” kat Clara lagi sambil bertolahk pinggang.
“mmmmm, aku, aku ingin memeriksa bagian intim sahabatmu”
“apa kau gila?!” bentak Clara dengan suara keras hingga heru yang awalnya akan tertidur jadi terbangun lalu berlari menghampiri clara.
“ada apa ini?!” tanya heru.
“tolong bunuh pria ini, dia gila”
“apa”
“tidak. Ku mohon dengarkan aku” jelas pria itu terbata-bata saat Heru sudah mencengkram pakaiannya dan siap melayangkan pukulannya.
“apa?”
“kasus temanmu ini berbeda jadi aku ingin tahu. maksudku, untuk orang yang sedang koma, dia tidak bisa memenuhi kebutuhan jasmaninya tetapi temanmu ini special”
“lalu?”
“selang infus ini sudah masuk kedalam tubuhnya yang artinya akan menggantikan fungsi makanan. Pertanyaannya adalah, dia mengeluarkan kotoran atau tidak”
“ada cara lain tidak?”
“ada”
“apa?”
“melakukan ronsen di otaknya”
“kenapa?”
“seseorang koma dikarenakan pembengkakan atau pendarahan jaringan otak. Pembengkakan membuat otak dalam terngkorak terhimpit, otak mengalami tekanan yang cukup kuat dan berakibat oksigen yang menuju otak pun terhambat lali…”
“stop” sela Clara yang semakin binggung mendengarkan penjelasan pria itu.
“cara lainnya saja” putus Clara.
“tidak ada”
“tidak ada bagaimana?”
“Clara, sebenarnya yang seorang dokter di tempat ini aku atau kalian” bentak pria itu pada akhirnya lalu dengan kasar melepaskan cengkraman heru pada pakaiannya.
“yak au dokternya tapi kedua cara itu tidak bsia kita lakukan”
“bisa jika kau mengizinkan aku melakukannya” jawab Pria itu ketus lalu merapikan pakaiannya.
“tapi..”
“aku adalah dokter Clara, kau tahu jika aku terikat sumpah dank au tahu jelas bagaimana aku menjunjung tinggi sumpahku”
“ya tapi..”
“kau mau atau tidak, kalau tidak, aku akan pergi” ancam pria itu sambil merapikan peralatan yang di bawahnya.
“yayaya kau boleh melakukannya tapi dalam pengawasanku”
“okey” ujar pria itu dengan nafas lega karena jujurnya dia sangat penasaran dengan apa yang terjadi pada tubuh sahabatnya clara.
Dengan sangat terpaksa, heru meninggalkan tempat itu hingga hanya ada Clara dan pria itu memeriksa tubuh Anne. Clara membiarkan pria yang berstatus mantan kekasihnya itu membuka celana Anne dan membuat kedua kaki Anne terbuka lebar dan terlihatlah pusat inti milik Anne.
Inilah alasan Clara memutuskan hubungan dengan pria itu. Pria itu berpropesi sebagai dokter kandungan dimana hal yang ada dihadapannya kini bukanlah hal yang baru. Entah sudah berapa banyak wanita yang pria itu bantu untuk melahirkan nyatanya itu adalah hal yang clara benci.
“clara”
“apa?” bentak clara sambil memalingkan wajahnya karena tidak bisa melihat apa yang dilakukan pria itu pada Anne.
“ini pertama kalinya aku mendapati wanita yang masih perawan bisa mengandung” kata pria itu lalu menegakkan tubuhnya dan sedikit menjauh dari bagian intim Anne.
“apa maksudmu?”
“kemarilah dan lihat” perintah pria itu.
Clara yang bukan seorang dokter dan merasa dirinya normal untuk hubungan seksual jujurnya tidak ingin mengetahui apa yang akan pria itu tunjukkan namun karena di dorong rasa penasaran, mau tidak mau Clara mendekat dan di buat tidak percaya dengan apa yang di dapatkannya.
“kau lihat, selaput darahnya pun masih terlihat utuh”
“lalu apa ini?”
“aku juga tidak tahu” jawab pria itu sambil memegangi kepalanya.
“aaggh ini membuatku akan gila sebentar lagi” jerit Clara lalu memasangkan pakaian dalam Anne begitu juga celana jins hingga bagian intim anne tertutup seperti semula.
“ini gila” umpat clara sekali lagi.
Heru yang sedari tadi menguping di depan pintu kini di buat semakin penasaran lalu menutuskan untuk kembali memasuki ruangan itu. Heru sedikit binggung ketika mendapati baik Clara dan pria itu hanya bisa terduduk lemas sambil memeganggi kepala mereka masing-masing.
“ada apa ini?!” tuntut Heru pada Clara.
“jangan bertanya sekarang Heru. Kepalaku rasanya akan pecah sebentar lagi”
“apa maksudnya. Apa yang terjadi”
“wanita ini masih perawan dan entah bagaimana dia bisa hamil”
“ha?” ujar Heru karena tidak percaya dengan apa yang di dengarnya. “apa?” jeritnya ketika selesai mencerna kalimat itu namun otaknya semakin di buat binggung.
“pantas mereka sangat ingin menjadikan Anne sebagai bahan telitian. Anne sudah seperti alien yang mustahil di temukan” kelakar Clara sambil terbahak keras namun baik heru ataupun pria itu tahu jika tawa Clara hanya tawa sumbang.
“jadi apa yang harus kita lakukan?” tanya heru
“aku tidak tahu” jawb clara.
“aku juga tidak tahu” sahut pria berprofesi dokter itu.
“ini adalah tindakan illegal. Kurasa lebih baik kau menyerahkan Anne untuk mereka teliti dan kita semua dapat jawaban dari pertanyaan kita
“tidak” jerit heru dan Clara secara bersamaan.
“jadi apa yang akan kalian lakukan”
“bukan”
“maksudnya?”
“bukan kami tapi kau. Kau yang harus memikirkan bagaiamana memecahkan kasus ini”
“sialan kau Clara” umpat pria itu.
“kau adalah dojter jadi ini tanggung jawabmu untuk mengawasi dan mengobati pasient”
“dia pasient illegal dan aku tidak mau menghancurkan karirku demi membantu mantan pacar yang jahat sepertimu”
“kau yakin?! Tanya Clara dengan senyum miring yang membuat pria itu menelan ludahnya dengan cara kasar.