Seorang gadis berlari-lari menyambut kedatangan Ricko dan Anne. Wajahnya memang masih terlihat polos, perawakannya semampai dengan rambut panjang teruruai.
“Bang Ricko! Bang Ricko” Serunya seperti sedang bersyair saja dan begitu melekat pada Ricko seolah-olah tak mau melepaskannya lagi.
”aku merindukanmu bang, sudah lama sekali rasanya kamu baru berkunjung. Aku sempat khawatir jika kamu terluka parah hingga tidak pernah datang lagi”
“aku tidak apa-apa” Jawab Ricko sambil mengelus kepala gadis itu “kamu sekarang sudah menjadi gadis besar ya?”
“aku sudah tamat SMU, tapi cuman belum dewasa, aku merencanakan untuk menyambutmu secara layak tetapi semua itu menjadi buyar” yanti tertawa terkekeh dan segera berpaling pada Anne “ini tentu kak Anne?” sapanya malu-malu.
Anne menilai gadis itu sa