Maira Azahra duduk di atas hamparan pasir hitam, menikmati indahnya ciptaan Allah. Lalu lalang perahu nelayan yang berlayar di atas birunya laut dan deru ombak yang sahut menyahut. Maira yang sedang bersandar di d**a bidang milik Erik Cristian Soares kekasihnya, berdarah campuran Flores dan Timur Leste . Ia teringat akan sosok Ayah kandungnya , yang di ceritakan Kakeknya.
Ayah mu seorang nelayan yang jatuh cinta dengan Ibu mu, sedangkan dia sendiri memiliki istri dan anak. Meskipun Ayah mu mau menikahi Ibu mu, Kakek tidak Setega itu menghancurkan rumah tangga yang suda lama di bangun oleh Ayah mu dan istrinya hancur begitu saja. Kadang Kakek merasa menjadi orang yang sangat egois karena tidak menikahkan Ibumu. Namun satu hal yang perlu kamu pahami Kakek tidak pernah tega membiarkan Ibu mu tersiksa. Kakek tau akan seperti apa nanti nya , meskipun Ibu mu sedang mengandung Kakek tidak malu. Kakek tidak memikirkan omongan orang lain terhadap Ibu mu.
Bagaimana bisa seorang laki laki yang sama sekali belum membuat istri dan anak anaknya bahagia ingin mempunyai dua istri, dengan pengetahuan agama yang dangkal, dan bukan laki laki Sholeh. Kakek tidak ingin mengambil keputusan yang salah. Ini semua berdasarkan petunjuk yang Allah, Kakek tidak ingin Ibu mu menderita karena ketidak adilan.
Kakek yakin Ibumu akan bertemu jodohnya, dan sekarang lihat lah Ayah tiri mu sangat menyayangi kamu dan Ibu mu. Kalaupun suatu saat Kakek kembali menghadap sang Ilahi, Kakek suda merasa tenang karena suda ada yang menjaga kamu dan Ibu mu.
Air mata Maira mengalir begitu saja, tanpa henti membuat Erik bingung.
Di raihnya kedua pipi maira dengan tangannya, sayang kenapa menangis hum?.
Ibu jarinya bergerak mengusap perlahan air mata kekasihnya. Maira hanya menggelengkan kepalanya, aku hanya teringat sesuatu di masa lalu. Jawab Maira lalu mengusap sisa air matanya.
Sayang kau bisa cerita kepada ku apapun masalah mu. aku siap mendengarnya. Jangan menangis lagi. Kau tau sayang ?, air mata mu membuat aku kacau, aku hanya ingin melihat mu tersenyum. Lalu mencubit gemas pipi kekasihnya sambil tersenyum.
Maira pun ikut tersenyum dan menoel hidung mancung milik Erik.
Aku hanya menangis bukan berarti aku sedih. Aku bahagia, adanya kamu dan keluarga ku membuat aku begitu bahagia. Aku hanya mengingat sedikit kenangan pahit. Suatu saat aku akan menceritakan kepada mu jika aku siap. Jangan khawatir aku baik baik saja.
Terimakasi E , kau yang terbaik.Love you . Maira memeluk Erik erat.
Ra besok aku akan berangkat ke Kupang, untuk ikut tes Polisi.
Maira langsung mengurai pelukannya.jam berapa berangkat sayang ?, tanya Maira sambil menggenggam tangan Erik.
Jam 4 sore sayang, aku pasti akan sangat merindukan mu.
Maira langsung menyusup membenamkan wajahnya di d**a Erik dan memeluknya dengan erat.
Bantu aku siapkan keperluanku selama di sana nanti ya sayang, Erik dengan nada memohon.
Baik lah Sayang, setelah ini kita kerumah mu dan jika ada kekurangan malamnya kita akan belanja, besok aku juga akan ikut mengantar mu,maira lalu mengurai pelukannya.
Hadirnya maira dalam hidupnya membuat hidup Erik begitu bahagia. Maira adalah segalanya bagi Erik. Jatuh cinta pada gadis sederhana,kulitnya yang putih bersih, bulu mata lentik,tutur kata yang lembut dan kepribadian penyayang membuat Erik tidak bisa berpaling dari Maira.
Perbedaan keyakinan di antara mereka tidak membuat Erik menyerah memperjuangkan dan meyakinkan Maira untuk tetap bersamanya.
Apapun yang terjadi kedepannya, meskipun seluruh dunia menentang mereka Erik tidak akan pernah menyerah.
Maira adalah gadis yang begitu menyukai senja dan pantai namun jatuh cinta pada gulungan ombak yang pecah di bibir pantai.
Setiap minggu Erik selalu membawa Maira ke pantai. Tawanya begitu lepas ketika menatap gulungan ombak. Sesekali mereka berenang. Maira sangat menyukai hal yang menantang adrenalin.